Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREDIKSI IHSG: Flat, tetapi berpeluang rebound!

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi flat pada perdagangan hari ini, meskipun berpeluang untuk rebound.Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo menilai bursa masih memiliki potensi untuk rebound jika pasar regional menunjukkan peningkatan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Mei 2012  |  07:27 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi flat pada perdagangan hari ini, meskipun berpeluang untuk rebound.Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo menilai bursa masih memiliki potensi untuk rebound jika pasar regional menunjukkan peningkatan. Sebaliknya, bisa berpotensi turun jika Dow Jones terus melemah."Pasar masih terlihat menunggu dalam ketidakpastian. Pemain regional juga belum banyak bergerak, sehingga potensi naik atau turun bisa terjadi besok," katanya kemarin. Meski indeks naik tipis 3,3 poin menjadi 3.984,87 pada penutupan perdagangan kemarin, kondisi bursa regional dinilai masih belum menentu.Begitu juga dengan indeks Dow Jones yang menunjukkan pelemahan 6,66 poin atau turun 0,05%."Di bursa lain juga belum ada sinyal positif yang berarti. Bursa Eropa, terutama di Jerman, masih punya catatan buruk, sedangkan di Asia, bursa China juga tidak terlalu bagus. Semua orang masih menunggu dalam ketidakpastian."Satrio memprediksi angka support akan berada pada level 3.900 dan 3.838-4000. Sementara itu, resistance perdagangan hari ini diperkirakan berada pada rentang 4.000 dan 4.075-4.125.Indeks perdagangan kemarin ditutup 3.984,87 naik 0,08% atau 3,3 poin. Indeks LQ 45 juga menguat 0,217 poin atau 0,03% menjadi 674,103.Sementara itu, indeks Bisnis-27 justru tersungkur dengan turun tipis 0,004% ke level 332,14.Indeks harga saham gabungan masih melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. Sebagian berita positif dari hasil pertemuan antar pemimpin Eropa membuat indeks dunia terangkat, meski sebagian pelaku pasar masih memilih untuk wait and see.Jerman masih menolak pembentukan obligasi tersebut sebelum benar-benar yakin Yunani tetap melakukan kebijakan penghematan fiskal.Apalagi ketidakmampuan Yunani melaksanakan program yang telah disyaratkan selama ini oleh negara donor masih diragukan.Belum lagi ada persyaratan-persyaratan terbaru yang harus dilakukan untuk mendapatkan dana talangan yang baru. (spr)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Indra

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top