Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK bakal terus tergelincir hingga 1 Juni!

MELBOURNE: Sebanyak 37 analis atau 54% dari total analis yang disurvei Bloomberg memproyeksikan harga minyak tetap akan turun hingga 1 Juni 2012.Sebanyak 10 responden, atau 27%, diprediksi meningkat dan tujuh responden memperkirakan harga minyak akan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Mei 2012  |  08:03 WIB

MELBOURNE: Sebanyak 37 analis atau 54% dari total analis yang disurvei Bloomberg memproyeksikan harga minyak tetap akan turun hingga 1 Juni 2012.Sebanyak 10 responden, atau 27%, diprediksi meningkat dan tujuh responden memperkirakan harga minyak akan sedikitberubah.Pekan lalu, 56% analis yang disurvei menilai harga minyak bakal turun pada pekan ini dan ternyata surbei itu terbukti tepat.Proyeksi analis terhadap penurunan harga minyak hingga 1 Juni 2012, terkait dengan pasokan minyak AS yang terus meningkat hingga 883.000 barel menjadi 382,5 juta barel pada pekanlalu, level tertinggi sejak Agustus 1990.Harga minyak turun untuk pekan keempat di New York dan menjadi masa penurunan harga terpanjang sejak Agustus 2012, menyusul melemahnya perekonomian global.Indeks berjangka sedikit berubah setelah naik 0,9% kemarin. Harga minyak kemungkinan turun pekan depan, seiring dengan pelambatan ekonomi dan kenaikan pasokan AS.Harga minyak rebound dari level terendah dalam 7 bulan terakhir kemarin setelah produsen minyak mentah terbesar kedua di OPEC, yaitu Iran dan pasukan dunia gagal bernegosiasi mengenai program nuklir Iran.Harga minyak untuk pengiriman Juli berada pada level US$90,68 per barel, naik 2 sen, pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 09.41 pagi waktu Sydney.Kontrak itu kemarin naik 0,9% menjadi US$90,66, level tertinggi sejak 22 Mei. Harga turun 0,9% pada pekan ini dan 8,3% lebih rendah pada tahun ini.Harga minyak brent untuk Juli naik 99 sen menjadi US$106,55 per barel di ICE Futures Europe Exchange, London. Harga minyak acuan kontrak premium di Eropa West Texas Intermediate ditutup pada level US$15,89. (Bloomberg/spr)

 

 

BACA JUGA:

REKOMENDASI SAHAM: Tiga Pialang 'Jagokan' PTBA, HRUM, AALI

HARGA EMAS: Akhirnya Naik, Tapi Masih Di US$1.500-An

PM Monti Tepis Keluarnya Yunani Dari Euro, Bursa AS Naik

Iran Mbulet Soal Nuklir, Minyak Kembali Ke Atas US$90

Kinerja Emiten Membaik, Stoxx Europe 600 Rebound

 

READ ALSO:

PERTAMINA Cooperates With Foreign Oil And Gas Companies

MARKET MOVING: Indonesian Export Continues To Weaken

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top