Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VALUTA ASING: EURO semakin terpukul

SINGAPURA:  Pelemahan nilai tukar euro terus berlanjut turun sebelum Italia, Spanyol dan Perancis menjual obligasi pekan depan, di tengah kekhawatiran krisis utang di kawasan itu semakin mendalam.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  09:34 WIB

SINGAPURA:  Pelemahan nilai tukar euro terus berlanjut turun sebelum Italia, Spanyol dan Perancis menjual obligasi pekan depan, di tengah kekhawatiran krisis utang di kawasan itu semakin mendalam.

 

Mata uang bersama tersebut turun 0,2%, dari yang terendah 3 bulan akibat dari gejolak politik Yunani terkait pembicaraan untuk membentuk pemerintahan baru yang terus berlanjut.

Dolar dan yen terus menguat terhadap sebagian besar dari 16 mata uang lainnya karena kekhawatiran Yunani yang tidak akan mampu untuk bertahan di kawasan eropa mendorong permintaan terhadap mata uang ini sebagai aset yang lebih aman.

 

"Kita tidak bisa menjadi positif dan membeli euro. Terlepas dari apakah Yunani keluar dari eropa tapi akan diperlukan banyak waktu untuk menyelesaikan krisis utang di kawasan itu," kata Daisaku Ueno, ahli strategi valuta asing dan pendapatan tetap senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co di Tokyo.

 

Euro sedikit berubah pada US$1,2937 pada pukul 9.31 di Tokyo  setelah menyentuh US$ 1,2912 pada 9 Mei, terendah sejak 23 Januari. Mata uang ini siap untuk penurunan 1,1%pada pekan ini. Dolar tergelincir 0,1% menjadi 79,87 ¥. (sde/arh) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top