Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRIVATE PLACEMENT TEMPO SCAN: Wah! Keluarga Kartini Muljadi bakal raup Rp1 triliun!

JAKARTA: Keluarga Kartini Muljadi disebut akan memperoleh dana cash Rp1,33 triliun dari penjualan 500 juta lembar setara 11,83% sahamnya di PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC).
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  11:26 WIB

JAKARTA: Keluarga Kartini Muljadi disebut akan memperoleh dana cash Rp1,33 triliun dari penjualan 500 juta lembar setara 11,83% sahamnya di PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC).

 

Hal tersebut terungkap dalam dokumen transaksi yang dikutip Bloomberg, Senin 7 Mei 2012. Dokumen itu juga mengungkapkan harga per saham TPSC akan dilego Rp2.500-Rp2.650.

 

Sebelumnya diberitakan, PT Bogamulia Nagadi, perusahaan keluarga Kartini Muljadi pemilik 95,06% atau 4,23 miliar saham Tempo Scan akan menjual sebagian sahamnya ke investor asing.

 

Dihubungi terpisah, analis PT Pemeringkat Efek Indonesia Achmad Sudjatmiko memandang aksi itu akan membuka ruang capital gain atas perdagangan saham TSPC dalam jumlah menarik.

 

"Karena tujuan private placement tersebut bagus untuk investor yaitu meningkatkan likuiditas saham di pasar," katanya.

 

Meski demikian, Miko tidak melihat adanya pengaruh terhadap kinerja perseroan sehubungan dengan masuknya investor asing tersebut.

 

"Karena dengan menggenggam 500 juta unit saham atau setara 11,11%. Jadi investor asing tersebut belum bisa menempatkan orang di perseroan," jelasnya.

 

Porsi 25%

Menurutnya, untuk bisa menempatkan perwakilannya di kursi direksi perseroan, investor harus mengantongi porsi kepemilikan saham setidaknya 25% dari total modal disetor perseroan.

 

"Akan tetapi kalau investor yang masuk di TSPC ini memiliki pengalaman di bisnis farmasi, ada kemungkinan TSPC mendapatkan bantuan teknis operasional," tambahnya.

 

Pada kuartal I/2012, pemilik merek Bodrex dan Hemaviton ini meraup laba bersih Rp224 miliar, tumbuh 21% dari posisi kuartal I/2011. Penjualannya juga tumbuh 18% menjadi Rp1,54 triliun.

 

Sayangnya, biaya operasionalnya masih membebani, sehingga laba usaha perusahaan milik keluarga Kartini Muljadi ini hanya tumbuh 16% menjadi Rp240,5 miliar. (Bsi)

 

Baca Juga TOP STORIES PILIHAN REDAKSI BISNIS.COM HARI INI +

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Achmad Aris

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top