IPO ADITEC CAKRAWIYASA: Targetkan Rp500 miliar pertengahan tahun ini

 
News Editor | 04 April 2012 17:12 WIB

 

JAKARTA: PT Aditec Cakrawiyasa, produsen kompor gas merek Quantum, berencana melepaskan sahamnya kepada publik pada pertengahan tahun ini dengan target raihan dana sekitar Rp500 miliar.

 

Managing Director PT Erdikha Elit Sekuritas Tjiong Toni sebagai penasihat keuangan (financial advisor) perseroan mengatakan sebelumnya Aditec berencana untuk menggelar penawaran saham perdana (IPO) pada tahun lalu.

 

“Namun, rencana itu mundur karena kondisi pasar yang kurang baik,” ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

 

Toni menuturkan nilai emisi yang akan ditawarkan perseroan juga meningkat menjadi Rp500 miliar dari sebelumnya Rp300 miliar. Oleh karena itu, lanjutnya saat ini perseroan masih menyusun rencana IPO menjadi lebih matang.

 

Dia mengungkapkan, sebelumnya Erdikha telah ditunjuk perseroan untuk menjadi penjamin emisi efek. Meski demikian, tuturnya dengan adanya perubahan nilai emisi, maka Aditec juga melakukan pemilihan kembali untuk underwriter.

 

“Saat ini mereka masih beauty contest untuk underwriter, salah satunya kami. Kemungkinan nanti akan ada dua underwriter yang menangani IPO perseroan,” paparnya.

 

Sebelumnya, Chairman Aditec Rawono Sosordimulyo pernah mengatakan pihaknya akan melepas sekitar 20%-30% sahamnya kepada publik melalui IPO.

 

Menurut dia, dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun pabrik injeksi plastik, meningkatkan kapasitas produksi kompor gas Quantum, dan memperkuat modal kerja perseroan.

 

Dia berharap pabrik baru tersebut mampu memproduksi plastik setengah jadi untuk kebutuhan industri plastik. Adapun, lokasi pabrik, dia mengatakan rencananya akan didirikan di Pasar Kemis, Tangerang, Banten.

 

Selama tahun lalu, Aditec membukukan pendapatan senilai Rp680 miliar atau meningkat 30,76% dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp520 miliar. Saat ini perseroan memproduksi peralatan bagi kebutuhan rumah tangga dan memiliki sejumlah pabrik di wilayah Cikupa dan Jateke, Tangerang.

 

“Terkait dengan peningkatan kapasitas produksi kompor gas, kami targetkan setelah IPO kapasitas produksi dapat meningkat 50% per tahun,” papar Rawono kala itu.

 

Selain menjadi penasihat keuangan untuk Aditec, Toni mengungkapkan pihaknya juga tengah menggarap IPO perusahaan perdagangan tambang dengan nilai emisi sekitar Rp300 miliar. Rencananya, dia mengatakan proses IPO dapat dilakukan pada pertengahan tahun ini.

 

Untuk penjaminan emisi obligasi, dia mengungkapkan pihaknya masih belum tertarik ke sana. Saat ini, menurut dia Erdikha masih fokus pada penjaminan emisis saham dan penasihat keuangan.

 

“Kami masih belum tertarik obligasi, mungkin nanti ya. Sekarang kami masih fokus di saham dulu,” tuturnya. (ea)

 

 

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top