Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontrak saham Jepang dan Australia jatuh

JAKARTA: Bursa saham Jepang berjangka dan saham Australia jatuh setelah Jerman gagal untuk menerima tawaran penjualan utang sehingga menambah kekhawatiran krisis Eropa makin memburuk dan investor dari aset berisiko.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 November 2011  |  07:30 WIB

JAKARTA: Bursa saham Jepang berjangka dan saham Australia jatuh setelah Jerman gagal untuk menerima tawaran penjualan utang sehingga menambah kekhawatiran krisis Eropa makin memburuk dan investor dari aset berisiko.

American Depositary Receipts (ADR) Sony Corp, eksportir elektronik konsumen nomor wahid di Jepang, turun 3,6% dari harga penutupan saham di Tokyo. Mizuho Financial Group Inc, bank terbesar ketiga Jepang berdasarkan nilai pasar, turun 5,3%. Billabong International Ltd, pembuat baju penyelam, jatuh 4,3% di Sydney.
 
Kontrak Nikkei 225 Stock Average di Jepang yang jatuh tempo pada Desember ditutup pada 8.150 di Chicago kemarin, dibandingkan dengan 8.320 di Osaka, Jepang, pada 22 November. Pasar saham Jepang ditutup kemarin untuk libur nasional. 
 
Di australia S&P/ASX 200 Index turun 0,2% hari ini. Ideks NZX 50 Selandia Baru turun 1% di Wellington.
 
"Pasar akhirnya menyadari bahwa Jerman memiliki tingkat utang publik yang tinggi," kata Shane Oliver, kepala strategi investasi di AMP Capital Investors Ltd, berbasis di Sydney, yang memiliki dana yang dikelola hampir US$100 miliar.
 
Kontrak pada indeks 500 Standard & Poor tidak berubah hari ini. Indeks turun 2,2% di New York.
 
Indeks MSCI Asia Pacific turun 20% tahun ini melalui kemarin, dibandingkan dengan penurunan 7,6% oleh S&P 500 dan penurunan 20%  dengan Indeks Stoxx 600 Eropa.
 
London Metal Exchange Indeks harga enam logam industri termasuk tembaga dan aluminium turun 1,6% kemarin. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lahyanto Nadie/Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top