Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Panghegar Group IPO 30% saham tahun depan

BANDUNG: PT Panghegar Group berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering/ IPO tahun depan guna menunjang pendanaan perusahaan properti di Kota Bandung tersebut.Cecep Rukmana, Presiden Direktur Panghegar Group, mengatakan mengemukakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 November 2011  |  18:38 WIB

BANDUNG: PT Panghegar Group berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering/ IPO tahun depan guna menunjang pendanaan perusahaan properti di Kota Bandung tersebut.Cecep Rukmana, Presiden Direktur Panghegar Group, mengatakan mengemukakan seiring perkembangan ekonomi, pemilik dan pengelola Grand Royal Panghegar tersebut ingin membagi risiko ke publik dengan membagi sebagian saham.Menurut dia, Panghegar Group berencana membagi sahamnya kepada publik 30%, sedangkan 70% lainnya dari pengembangan bisnis. “Kami targetkan IPO pertengahan tahun depan,” katanya akhir pekan lalu.Saat ini, ungkap dia, pihaknya sedang membahas kisaran besaran dana yang diperlukan dalam penawaran saham perdana kepada publik tersebut.Cecep mengungkapkan Panghegar Group memiliki sejumlah sektor bisnis, seperti hotel, kondominium hotel (kondotel, apartemen, katering, biro perjalanan, pendidikan, dan laundry.Akan tetapi, tegas dia, dari beberapa anak perusahaan yang dimiliki Panghegar Group tersebut, pihaknya hanya akan menawarkan sektor properti (developer) dan hospitality.“Kami menawarkan dua bidang itu karena keduanya dinilai lebih potensial bila dibandingkan dengan bidang yang lain,” ujarnya.Bahkan, ungkap Cecep, Panghegar Group menargetkan dapat membangun tiga kondotel pada tahun depan sebagai salah satu langkah pengembangan bisnis.Dia mengemukakan beberapa daerah yang menjadi incaran perusahaan properti tersebut saat ini, antara lain Jakarta, Bali, dan Surabaya.Selain Bandung, menurut dia, ketiga kota tersebut memiliki pasar kondotel yang lumayan tinggi bila dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain.“Sejumlah pembicaraan [pembangunan kondotel] telah kami lakukan di tiga kota tersebut. Semoga tahun depan segera terealisasi,” ujarnya.Saat ini, ungkap Cecep, pihaknya sedang menghitung investasi yang akan digunakan untuk pembangunan kondotel di tiga kota itu, mulai dari pembelian lahan hingga pembangunan.Dari rencana pembangunan kondotel itu, kata dia, Panghegar menargetkan dapat memasarkan sebanyak 500 unit kamar.“Jumlah unit kamar terbesar diperkirakan masih di daerah Jakarta karena permintaan yang tinggi di sana. Namun, nanti mau dibahas terlebih dahulu komposisinya seperti apa,” ungkapnya.Menurut dia, pasar kondotel beberapa waktu belakangan ini memiliki permintaan yang tinggi sehingga sangat potensial dikembangkan.Kondisi tersebut, kata dia, terlihat dari banyaknya permintaan konsumen di Kondotel Grand Royal Panghegar yang telah beroperasi pertengahan tahun ini.Saat ini, ungkap Cecep, 270 unit kamar yang tersedia di kondotel tersebut sudah habis terjual dengan pasar yang berasal dari berbagai daerah, terutama Jakarta dan Bandung.“Begitu pula kondotel yang kami kembangkan di kawasan Dago Pakar. Dari 180 unit kamar, sekarang sudah terjual hampir separuhnya,” tuturnya.Dia mengemukakan pasar kondotel terus berkembang karena tak jarang konsumen membeli unit kamar itu untuk dijual lagi ke konsumen yang lain.“Kami beberapa tahun ke depan memang akan fokus mengembangkan kondotel karena peluangnya masih besar. Untuk sementara, baru tiga daerah itu yang sedang dijajaki. Semoga nanti bisa menyebar ke daerah yang lain,” katanya.(K30/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top