Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim dingin bikin harga kopi menghangat

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2011  |  06:44 WIB

 

NEW YORK: Harga kopi berjangka naik ke level tertingi dalam 3 minggu terakhir di tengah pembelian dari para pengolah yang mengantisipasi peningkatan permintaan dari AS, konsumen terbesar dunia.
 
Joe Scaduto, presiden dari broker JPS Commodities, mengatakan permintaan kopi biasanya beranjak naik sebelum musim dingin di belahan bumi utara, dan meningkatkan penjualan selama liburan di akhir tahun. 
 
Sementara itu, cuaca kering dapat menghambat tanaman di Brazil, petani kopi terbesar. Harga komoditas ini telah naik 6,9% selama November.
 
"Sekarang adalah waktu pemanggangan puncak tahun ini, dan penyangrai dapat mendukung [harga] pasar," kata Scaduto dalam sebuah wawancara telepon.
 
Harga kopi Arabika untuk pengiriman Maret naik 3,7% menetap di US$2,427 per pound di ICE Futures AS di New York (1 pound setara 0,45 kg). Itu merupakan kenaikan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 21 Oktober.
 
Analis Newedge Group di New York Marcio Bernardo mengatakan Brasil sedang keluar dari pasar untuk liburan, dan itu sebabnya tidak terdapat banyak penjualan.
 
Sementara itu, ahli agronomi di Somar Meteorologia Marco Antonio dos Santos mengatakan curah hujan di negara bagian Sao Paulo dan daerah Cerrado, Brasil, mengikuti rata-rata tahunan sebanyak 20%, dan kekeringan merugikan tanaman.
 
Pada 11 November, jumlah open interest atau posisi terbuka di bursa jatuh 7,5%, terbesar sejak Februari. Menurut Alonso Tomas, pedagang di INTL Hencorp Futures di Miami, sebagian karena penutupan kontrak terkait dengan berakhirnya opsi pada kopi berjangka Desember.
 
Kemarin, estimasin open interest, yang merupakan jumlah kontrak yang belum ditutup, turun 1,9% menjadi 105.648.
 
Harga bahan baku gula berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,2% menjadi 24,81 sen per pon di New York. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Taufikul Basari/Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top