Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Greenwood pangkas saham IPO

JAKARTA: Calon emiten properti PT Greenwood Sejahtera Tbk mengubah rencana penawaran umum perdana sahamnya (IPO) dari semula 13,3 miliar saham menjadi 3,33 miliar.Hal itu terungkap di dalam prospektus rencana IPO perseroan di surat kabar hari ini yang
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 09 November 2011  |  14:24 WIB

JAKARTA: Calon emiten properti PT Greenwood Sejahtera Tbk mengubah rencana penawaran umum perdana sahamnya (IPO) dari semula 13,3 miliar saham menjadi 3,33 miliar.Hal itu terungkap di dalam prospektus rencana IPO perseroan di surat kabar hari ini yang menunjukkan perseroan berencana melepas sebanyak 35% saham bernominal Rp100.Namun, belum ditunjukkan rentang harga yang akan menjadi acuan nilai penggalangan dana yang diincar perseroan dari penawaran saham tersebut.Berdasarkan catatan Bisnis, rencana awal pernah disampaikan perusahaan kepada Bapepam-LK pada awal Oktober untuk melepas 13,33 miliar saham.Perusahaan yang dipimpin Harry Gunawan Ho tersebut menyerahkan proses penawaran saham di pasar modal kepada tiga penjamin pelaksana emisi (joint lead underwriter/JLU).Ketiga sekuritas penjamin emisi itu adalah PT HD Capital Tbk, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.Beli lahanSebanyak 50% dana IPO akan digunakan perusahaan untuk membeli lahan tahap 2 dan 3 proyek The City Center-Batavia, 20% untuk pengembangan dan akuisisi lahan, dan 30% untuk modal kerja dan operasional.Perusahaan yang dulunya dimiliki PT Kawasan Industri Jababeka Tbk itu, bersama dengan anak usaha dan perusahaan asosiasi, memiliki delapan proyek properti.Dari total proyek itu, lima proyek sudah beroperasi dan tiga proyek lain masih dalam pembangunan.Lima proyek yang sudah beroperasi adalah superblok Senayan City dan pusat belanja Lindeteves Trade Center sejak 2006, serta apartemen The Peak di Jakarta Selatan yang sudah aktif sejak 2007.Proyek yang sudah aktif lainnya adalah pusat belanja Emporium Mall Pluit sejak 2009 dan pusat belanja Festival CityLink di Bandung sejak akhir 2010.Tiga proyek yang sedang dibangun adalah superblok The City Center-Batavia di Mas Mansyur yang akan rampung pada 2012, Hotel Emporium di Jakarta Utara yang rencananya beroperasi pada 2013, dan superblok Kuningan City pada akhir tahun ini.Perseroan memiliki tujuh anak usaha dan perusahaan asosiasi yaitu PT Sentra Graha Kencana dengan kepemilikan saham 70,75%, PT Prakarsa Nusa Cemerlang 55%, dan PT Arah Sejahtera Abadi 40%.Afiliasi lainnya adalah PT Manggala Gelora Perkasa 27,4%, PT Brilliant Sakti Persada 30%, PT Citra Gemilang Nusantara 23%, dan PT Pluit Propertindo 47,17%.Perusahaan menetapkan jadwal untuk masa penawaran awal hingga 25 November dan dapat mencatatkan sahamnya di bursa pada 15 Desember.Pemegang saham perseroan terdiri dari PT Prima Permata Sejahtera sebesar 70,76% dan PT Kencana Graha Nusamandiri 29,24%. Setelah IPO, porsi Prima Permata Sejahtera akan menjadi 45,99%, Kencana Graha Nusamandiri 19,01%, dan publik 35%. (bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top