Tender offer Apexindo paling lambat Desember

JAKARTA: Tuscany Investment Group Ltd akan melakukan penawaran tender (tender offer) terhadap 0,28% saham publik di PT Apexindo Pratama Duta Tbk, paling lambat dua bulan mendatang.Tender offer wajib dilakukan menyusul rencana Tuscany mengakuisisi 93,35%
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 27 September 2011  |  20:20 WIB

JAKARTA: Tuscany Investment Group Ltd akan melakukan penawaran tender (tender offer) terhadap 0,28% saham publik di PT Apexindo Pratama Duta Tbk, paling lambat dua bulan mendatang.Tender offer wajib dilakukan menyusul rencana Tuscany mengakuisisi 93,35% saham Sabre Systems International Ltd dari PT Mitra International Resources Tbk, dengan nilai US$40 juta.Sabre Systems International memiliki Apexindo, melalui kepemilikan saham di SSI Offshore Ltd. Adapun SSI Offshore menguasai saham di Mira International Holding, yang memegang 98,14% saham di Apexindo.Direktur Tuscany Investment Group Ery Yunasri mengatakan pihaknya akan menggunakan dua metode untuk menentukan harga tender offer."Kami akan lihat dari penilaian terhadap perusahaan oleh penilai independen, dan juga akuisisi yang dilakukan. Akan dipilih harga yang paling tinggi," paparnya hari ini.Beberapa waktu lalu, Kepala Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK Gonthor Ryantory Aziz mengatakan publik masih memiliki saham di Apexindo karena saat perseroan keluar dari bursa (relisting) itu bukan karena keinginan sendiri namun terkena peraturan chain listing."Apexindo masih berstatus perusahaan terbuka, dan ketika delisting beberapa waktu lalu itu adalah force delisting [secara paksa], bukan voluntary delisting [keinginan sendiri], jadi masih ada saham publik di perseroan," katanya kemarin.Apexindo harus keluar sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, karena pendapatannya berkontribusi 50% lebih ke induk usaha Mitra Resources yang dulu bernama PT Mitra Rajasa Tbk. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top