Peran BBJ belum signifikan sebagai acuan harga

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  11:43 WIB

 

JAKARTA: Bursa Berjangka Jakarta dinilai belum berperan signifikan sebagai acuan harga produsen kendati telah beroperasi dalam 1 dekade.
 
Direktur Utama BBJ Made Soekarwo mengungkapkan dalam lebih dari setahun terakhir ada upaya penguatan terhadap bursa berjangka pertama di Indonesia itu. 
 
"Selama Januari hingga Agustus terjadi peningkatan transaksi 10 kali lipat dari periode sebelumnya, namun belum signifikan sebagai acuan harga," ujarnya saat membuka seminar peran industri komoditas berjangka dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. 
 
Karena itu, kata Made, BBJ terus meningkatkan hubungan dan kerja sama yang lebih intens dengan para mitra. 
 
Dia juga melihat revisi undang-undang tentang perdagangan berjangka komoditas ikut memberikan harapan akan terjadinya lonjakan ke depan. 
 
Lamon Rutten, CEO Multi Commodity Exchange (MCX) India menyebutkan pasar berjangka berperan memberikan kualitas informasi yang lebih baik. Namun, informasi hanya satu langkah awal. 
 
"Pasar komoditas ini adalah alat penguatan bagi petani," kata Lamon yang sebelumnya bekerja UNCTAD sejak 1990 hingga 2006. Bursa, katanya, memberi tahu kepada petani harga yang sesungguhnya dan apa ekspektasi pasar ke depan. 
 
Dengan bursa komoditas, kata Lamon, petani akan memproduksi untuk pasar, bukan hanya sekadar menghasilkan saja. Selain itu, petani bisa terakomodasi dalam sistem perbankan karena risiko pengembalian kredit menjadi rendah dengan bergabung dalam mekanisme terpusat di bursa. (arh)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Taufikul Basari

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top