Buana Finance pinjam Rp100 miliar dari Bank Panin

JAKARTA: PT Buana Finance Tbk, emiten perusahaan pembiayaan milik PT Sari Dasa Karsa (SDK), mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) senilai Rp100 miliar."Dengan jangka waktu 36 bulan yang dijamin dengan piutang
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 16 September 2011  |  18:26 WIB

JAKARTA: PT Buana Finance Tbk, emiten perusahaan pembiayaan milik PT Sari Dasa Karsa (SDK), mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) senilai Rp100 miliar."Dengan jangka waktu 36 bulan yang dijamin dengan piutang perseroan sebesar 110% dari jumlah terutang," ujar Direktur Utama Buana Finance Soetadi Limin dalam keterbukaan informasi perseroan kepada Bursa Efek Indonesia hari ini.Namun, dalam keterbukaan itu perusahaan berkode saham BBLD itu tidak mencantumkan bunga pinjaman yang dibebankan dari pinjaman tersebut.SDK, yang dulunya merupakan pemegang saham pendiri PT Bank UOB Buana Indonesia, merupakan pemegang 67,6% saham perseroan per akhir tahun lalu hingga saat ini. Pemegang saham lain adalah PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk dengan porsi sebesar 8,05% dan publik sebesar 24,35%.Pada tengah tahun ini, salah satu emiten saham dari sektor pembiayaan itu membukukan laba bersih sebesar Rp45,06 miliar, meningkat sebesar 108,45% dari Rp21,61 miliar yang dibukukan pada periode yang sama pada 2010. Pendapatan emiten dibukukan sebesar Rp175,82 miliar pada akhir Juni, meningkat sebesar 44,09% dari Rp122,02 miliar yang dibukukan pada tengah tahun lalu. Aset perseroan dibukukan menjadi sebesar Rp2,23 triliun, meningkat sebesar 40,92% dari Rp1,58 triliun pada semester I/2010. Namun, ekuitas perseroan terkoreksi tipis sebesar 0,53% menjadi Rp931,95 miliar pada semester I/2011 dari Rp936,97 miliar pada semester I/2010. Penurunan ekuitas perseroan disebabkan adanya pembagian dividen kepada investornya. Kewajiban perseroan dibukukan meningkat sebesar 101,07% menjadi Rp1,29 triliun semester I/2011 dari Rp645,75 miliar pada semester I/2010. Sebagian besar peningkatan kewajiban disebabkan utang perseroan yang dipimpin oleh Soetadi Limin itu meningkat 102,03% menjadi Rp1,23 triliun pada semester I/2011 dari Rp610,74 miliar pada semester I/2010.(ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top