Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia menguat dipicu PDB Jepang

JAKARTA (Bloomberg): Bursa Asia menguat setelah mengalami penurunan terpanjang mingguan sejak Juni akibat penjualan ritel AS meningkat paling besar selama empat bulan dan perkiraan produk domestik bruto Jepang kuartal kedua yang mengalahkan ekonomi negara
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 15 Agustus 2011  |  09:27 WIB

JAKARTA (Bloomberg): Bursa Asia menguat setelah mengalami penurunan terpanjang mingguan sejak Juni akibat penjualan ritel AS meningkat paling besar selama empat bulan dan perkiraan produk domestik bruto Jepang kuartal kedua yang mengalahkan ekonomi negara Matahari Terbit itu.Toyota Motor Corp, produsen mobil terbesar berdasarkan nilai pasar, naik 2,4% di Tokyo. BHP Billiton Ltd (BHP), perusahaan pertambangan terbesar di dunia, naik 3,4% di tengah optimisme permintaan logam. Ansell Ltd, pembuat sarung tangan bedah No 1 di dunia yang berbasis si Melbourne, melonjak 4,3%.MSCI Asia Pacific Index naik 0,8% menjadi 122,94 pada 09:49 di Tokyo, dengan sekitar 10 saham menguat  untuk setiap yang menurun. Standard & Poor memangkas rating kredit AS dan kekhawatiran krisis utang Eropa akan menyebar, memicu spekulasi pemulihan ekonomi akan melemah."Orang-orang telah khawatir tentang ekonomi AS dalam jangka menengah, tapi setelah penjualan ritel melebihi perkiraan laporan, ketakutan masyarakat tidak begitu kuat," kata Kazuhiro Takahashi, manajer umum di Daiwa Securities Capital Markets Co di Tokyo. "Akan ada beberapa yang membeli saham."Nikkei Jepang 225 Stock Average naik 1,3% setelah pemerintah melaporkan bahwa produk domestik bruto tahunan menyurut 1,3% dalam tiga bulan yang berakhir 30 Juni. Perkiraan rata-rata 25 ekonom yang disurvei Bloomberg News adalah mengalami penurunan 2,5%.S&P/ASX 200 Index di Australia naik 1,8%. Pasar di India dan Korea Selatan tutup untuk libur nasional.Kontrak pada indeks S&P 500 menguat 0,8%. Indeks itu naik 0,5% pada 12 Agustus, setelah Departemen Perdagangan melaporkan penjualan ritel untuk bulan Juli naik 0,5%. (Ln) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top