Krisis utang Eropa tekan harga saham

LONDON: Saham Eropa melemah untuk pertama kali dalam 4 hari saat obligasi Irlandia dan Yunani merosot di tengah kekhawatiran pemimpin Uni Eropa akan berjuang untuk menyelesaikan krisis utang di kawasan tersebut. Banco Espirito Santo SA memimpin penurunan
Yusuf Waluyo Jati | 01 Desember 2010 00:48 WIB

LONDON: Saham Eropa melemah untuk pertama kali dalam 4 hari saat obligasi Irlandia dan Yunani merosot di tengah kekhawatiran pemimpin Uni Eropa akan berjuang untuk menyelesaikan krisis utang di kawasan tersebut. Banco Espirito Santo SA memimpin penurunan saham perbankan di bursa Portugal, merosot lebih dari 2,5%. Parmalat SpA mengalami penurunan terbesar sejak 2008 di tengah spekulasi bahwa pembelian oleh Groupe Lactalis sebanyak 15% saham mengurangi kesempatan penawaran oleh pesaing. Metro AG turun 4,7% setelah peritel mwengatakan outlook pertumbuhan ekonomi akan tertahan.Indeks Stoxx Europe 600 merosot 0,2% menjadi 271,8 pada penutupan perdagangan kemarin, dimana dua saham lebih melemah untuk setiap saham yang naik. Indeks patokan itu naik dalam 3 hari berturut-turut di tengah sinyal bahwa Jepang akan terhindar dari bencana nuklir menyusul gempa pada 11 Maret 2011.Surat utang berjangka 2 tahun milik pemerintah Irlandia, Yunani, dan Portugal melemah hari ini dan biaya asuransi utang meningkat. Kepala Keuangan Uni Eropa membentuk dana menyelamatan tetap untuk memberikan pinjaman 500 miliar euro (US$712 miliar) hingga 2013, namun masih terdapat perbedaan mengenai bagaimana mendapatkan dana pengisi sementara agar lembaga itu memiliki kapasitas penuh. Allied Irish Banks Plc, bank yang dikendalikan pemerintah, menjawab spekulasi pasar dengan mengatakan tidak memiliki rencana untuk tidak membayar kupon obligasi tersebut.Indeks di masing-masing negara anggota Uni Eropa tercatat turun di 15 dari 18 bursa saham. Indeks FTSE 100 London turun 0,4%, indeks CAC 40 Prancis melemah 0,3%, dan DAX Jerman merosot 0,5%. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top