Chandra Asri (TPIA) Diversifikasi Pasokan Minyak di Tengah Gejolak

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) bermitra dengan Glencore untuk diversifikasi pasokan minyak, meningkatkan ketahanan operasional di tengah gejolak pasar global.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dan Glencore mengumumkan terselesaikannya akuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP) (kini menjadi Aster Energy and Chemicals Park), di Singapura./chandra-asri.com
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dan Glencore mengumumkan terselesaikannya akuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP) (kini menjadi Aster Energy and Chemicals Park), di Singapura./chandra-asri.com
Executive Brief
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menggandeng Glencore untuk diversifikasi pasokan bahan baku guna mengurangi ketergantungan pada jalur pasokan tradisional.
  • Strategi diversifikasi ini memungkinkan TPIA menjaga kelangsungan produksi di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatkan kinerja keuangan dengan laba bersih mencapai US$205 juta pada kuartal I/2026.
  • TPIA mengimplementasikan strategi ROAR yang berfokus pada peremajaan bisnis, keberlanjutan, akselerasi merger & akuisisi, serta reimajinasi model bisnis untuk transformasi menuju solusi energi dan kimia terintegrasi.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memperkuat ketahanan operasional di tengah fluktuasi pasar minyak global dengan mengandalkan diversifikasi pasokan bahan baku melalui kemitraan strategis global.

Emiten terafiliasi Prajogo Pangestu tersebut menggandeng Glencore untuk memperluas sumber bahan baku, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jalur pasokan tradisional yang rentan terhadap gangguan.

Chief Financial Officer Chandra Asri Group Andre Khor mengatakan langkah ini menjadi pembeda dibandingkan pelaku industri lain yang umumnya masih bergantung pada sumber pasokan konvensional.

TPIA secara aktif mencari serta menguji berbagai jenis minyak mentah dari sejumlah kawasan, mulai dari Amerika Latin, Amerika Utara, Afrika Barat hingga Asia Tenggara. Strategi tersebut memberikan fleksibilitas tinggi dalam menjaga kelangsungan produksi di tengah dinamika geopolitik global.

“Gangguan geopolitik, terutama risiko eskalasi di Timur Tengah yang berdampak pada Selat Hormuz, secara historis menciptakan kecemasan dalam rantai pasok. Namun, kemampuan kami dalam perluasan jenis minyak mentah dan pengadaan global memungkinkan perusahaan melewati hambatan konvensional,” ujarnya dalam Earnings Call, mengutip siaran pers, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, pendekatan ini membuat perseroan tetap mampu menjaga kelancaran operasional meskipun terjadi volatilitas di pasar energi global.

Strategi diversifikasi bahan baku ini sekaligus mempertegas transformasi TPIA dalam membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan adaptif, seiring upaya perseroan memperluas skala bisnis di tingkat regional.

Dengan mengolah minyak mentah dan produk intermediate yang kompetitif ini, TPIA berhasil mempertahankan tingkat utilisasi yang tinggi dan hasil produk yang unggul, bahkan di tengah kondisi petrokimia global yang menantang.

Dari sisi kinerja keuangan, TPIA membukukan laba bersih sebesar US$205 juta pada kuartal I/2026, melesat 954,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA tercatat mencapai US$421 juta atau melonjak 1.813,6% secara tahunan.

Andre Khor mengatakan lonjakan kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi segmen energi hasil akuisisi yang kini menjadi penopang utama bisnis. Segmen ini menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan perseroan, menandai pergeseran struktur bisnis dari sebelumnya berbasis petrokimia menjadi lebih terdiversifikasi.

Strategi TPIA kini berpijak pada fondasi infrastruktur regional. Fokus utama terletak pada keberhasilan integrasi kilang Aster (sebelumnya Shell Energy & Chemicals Park) yang diakuisisi pada April 2025, serta jaringan bahan bakar ritel merek Esso di Singapura yang diakuisisi dari ExxonMobil pada Januari 2026.

"Proses integrasi berbagai aset strategis tersebut berjalan sesuai rencana dan mulai memberikan dampak finansial yang nyata. Penyelesaian transaksi bersama mitra global menjadi kunci keberhasilan integrasi dan penciptaan nilai tambah bagi Grup,” ujarnya.

Selain mendorong pertumbuhan pendapatan, akuisisi ini juga memperkuat struktur bisnis perseroan melalui tambahan sumber pendapatan berulang (recurring income) dan efisiensi operasional.

Perseroan juga tengah menggarap proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai US$800 juta yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Di tengah kondisi industri petrokimia yang mengalami kelebihan pasokan, Chandra Asri meluncurkan penyegaran strategi yang terdiri dari empat pilar, yakni rejuvenate the core (peremajaan inti bisnis); orient towards sustainability (berorientasi pada keberlanjutan); accelerate m&a and integration (akselerasi merger & akuisisi dan integrasi); reimagine business models (reimajinasi model bisnis), yang disingkat menjadi ROAR.

“Strategi ini merupakan peta jalan perusahaan untuk bertransformasi menuju solusi energi, kimia, dan infrastruktur terintegrasi,” jelas Andre Khor.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro