Matahari Department Store (LPPF) Tebar Dividen Rp556,81 Miliar, Cair Awal Mei 2026

Matahari Department Store (LPPF) akan membagikan dividen tunai senilai Rp556,81 miliar atau Rp250 per saham untuk tahun buku 2025.
PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) membuka gerai baru di AEON Deltamas, Cikarang, pada Jumat (22/4/2024).
PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) membuka gerai baru di AEON Deltamas, Cikarang, pada Jumat (22/4/2024).

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten peritel modern, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) mengumumkan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 kepada investor senilai Rp556,81 miliar atau setara Rp250 per saham.

Corporate Secretary LPPF Susanto mengungkapkan pembagian dividen tersebut telah sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar pada 15 April 2026, di mana ditetapkan pembagian dividen tunai kepada investor senilai Rp556.819.820.000 yang bersumber dari laba bersih tahun 2025.

"Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sekurang-kurangnya Rp556.819.820.000," kata Susanto di keterbukaan informasi, Kamis (16/1/2026).

Adapun jadwal pembagian dividen LPPF antara lain, akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi pada 23 April 2026. Sementara itu, tanggal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 24 April 2026.

Kemudian cum dividen di pasar tunai pada 27 April 2026, dengan ex dividen di pasar tunai pada 28 April 2026. Sementara itu, tanggal daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen atau recording date 27 April 2026.

"Tanggal pembayaran dividen tunai LPPF pada 4 Mei 2026," tambah Susanto.

Susanto menuturkan jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran dividen tersebut telah dikoordinasikan dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Biro Administrasi Efek perseroan.

Perseroan juga menegaskan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 kepada pemegang saham LPPF, sebagaimana disebutkan dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha perseroan.

Sebagai informasi, LPPF mencetak laba bersih senilai Rp725,37 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya adalah sebesar Rp3,84 triliun.

Sementara itu, total ekuitas LPPF tercatat sebesar Rp272,90 triliun sampai akhir Desember 2025.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro