Emiten Hermanto Tanoko Avian (AVIA) Bidik Penjualan Tumbuh 10% pada 2026

Avia Avian (AVIA) menargetkan pertumbuhan penjualan 6%-10% pada 2026 dengan strategi peluncuran produk baru, perluasan distribusi, dan optimalisasi teknologi.
RUPST PT Avia Avian Tbk. (AVIA)./Istimewa
RUPST PT Avia Avian Tbk. (AVIA)./Istimewa
Executive Brief
  • PT Avia Avian Tbk. (AVIA) menargetkan pertumbuhan penjualan 6%-10% dan volume 4%-8% pada 2026 dengan fokus pada segmen cat dinding menengah.
  • Strategi untuk mencapai target meliputi peluncuran produk baru, penyebaran mesin tinting, perluasan distribusi, dan peningkatan promosi serta program loyalitas.
  • AVIA juga mengoptimalkan teknologi informasi dan menjajaki kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung ekspansi bisnis.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen cat milik Hermanto Tanoko dan Wijono Tanoko, PT Avia Avian Tbk. (AVIA) menargetkan pertumbuhan nilai penjualan sebesar 6%–10%, serta pertumbuhan volume penjualan di kisaran 4%–8% pada 2026.

Wakil Presiden Direktur AVIA Ruslan Tanoko mengatakan target tahun ini ditetapkan dengan melihat kebutuhan pasar properti dan renovasi rumah yang tetap stabil.

“Target penjualan pada 2026 masih akan dikontribusikan dari segmen cat dinding yang menyasar segmen menengah,” ujarnya dalam earnings call, Jumat (27/2/2026).

Untuk mencapai target tersebut,  perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah peluncuran produk-produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, sekaligus mempercepat penyebaran mesin tinting di berbagai titik penjualan.

Mesin tinting memungkinkan konsumen mendapatkan warna cat yang lebih beragam dan sesuai preferensi, sehingga meningkatkan pengalaman belanja sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

Selain itu, perseroan akan memperluas jaringan distribusi guna menghadirkan layanan yang lebih cepat dan merata di seluruh Indonesia.

Dari sisi pemasaran, Avia Avian berencana meningkatkan aktivitas promosi serta memperkuat program loyalitas bagi toko ritel dan para pengecat (painters). Strategi ini dinilai penting untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan mitra distribusi sekaligus mendorong penjualan berkelanjutan.

Perusahaan juga akan mengoptimalkan sistem teknologi informasi (IT) guna menciptakan fondasi operasional yang lebih tangguh dan terintegrasi. Penguatan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendukung ekspansi bisnis.

Di sisi lain, perseroan mulai menjajaki pemanfaatan solusi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. Optimalisasi proses internal ini diharapkan mampu menopang kinerja jangka panjang perusahaan.

Sepanjang 2025, AVIA mencetak kinerja positif  di tengah kondisi pasar yang cenderung melambat, perseroan membukukan pertumbuhan penjualan konsolidasi sebesar 8,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8,1 triliun.

Pada 2025, Avian Brands mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp1,74 triliun, meningkat 21,5% YoY dari Rp1,66 triliun pada 2024.

Capaian ini bahkan berada di batas atas target yang sebelumnya telah ditetapkan manajemen. Realisasi ini juga turut mendorong peningkatan pangsa pasar Avian Brands di industri cat nasional.

Sepanjang tahun lalu, Avian Brands tetap menjalankan promosi dan aktivitas pemasaran secara agresif untuk menjaga daya saing. Namun di saat yang sama, perusahaan tetap disiplin dalam mengelola biaya sehingga profitabilitas dapat dipertahankan.

Tekanan biaya produksi yang meningkat serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perseroan melakukan dua kali penyesuaian harga produk selama 2025.

Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan margin keuntungan.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

 

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro