IHSG Parkir di Atas 8.000, Pelaku Pasar Ambil Momentum Buy on Dip

IHSG tetap kokoh di atas 8.000 meski tensi dagang AS-China meningkat. Strategi "buy on dip" diterapkan, sementara investor waspadai potensi bearish.
Investor mengamati data saham menggunakan gawai di Jakarta, Senin (29/9/2025)./Bisnis/Himawan L Nugraha
Investor mengamati data saham menggunakan gawai di Jakarta, Senin (29/9/2025)./Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, Jakarta — Indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai masih menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya tensi perang dagang Amerika Serikat dan China. Penutupan di atas level 8.000 menjadi sinyal positif. 

Indeks komposit diketahui ditutup melemah 0,19% ke level 8.051,17 pada perdagangan Rabu (15/10/2025). IHSG sepanjang perdagangan hari ini bergerak di rentang 7.936,37 hingga 8.132,52. Sebanyak 232 saham mencatat kenaikan, 449 saham menurun, dan 122 saham jalan di tempat. 

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa IHSG yang masih bertahan di atas 8.000 memperlihatkan para pelaku pasar telah menerapkan strategi buy on dip.  

Istilah buy on dip adalah strategi membeli saham ketika harga turun sementara dengan asumi penurunan itu bersifat jangka pendek dan harga akan naik.

“Kalau IHSG ditutup di atas level 8.000, ini bagus. Artinya, strategi buy on dip mulai terlihat di pasar,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (15/10/2025). 

Nafan menjelaskan dinamika tensi perang dagang Amerika Serikat (AS) - China bersifat sangat fluktuatif dan sulit diprediksi. Dalam situasi ini, sebagian pihak mencoba memanfaatkan sentimen negatif untuk menekan pasar. Sementara itu, sebagian lainnya justru melihat peluang akumulasi saham di harga murah. 

Menurutnya, sikap menenangkan dari pemimpin dunia turut berpengaruh terhadap stabilitas pasar, seperti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mampu mereduksi tensi perang dagang AS–China. 

Langkah itu serupa dengan upaya diplomasi Trump dalam meredam konflik Israel-Palestina hingga membuka peluang terwujudnya KTT perdamaian di Gaza.

Kendati demikian, Nafan menyebutkan bahwa tensi dagang yang meningkat tetap menjadi sentimen negatif bagi investor global. Banyak investor asing tercatat melepas aset berisiko dan beralih ke instrumen safe haven seperti emas. Saat ini harga emas dunia pun sudah menembus US$4.200 per troy ounce.

Dia menjelaskan bahwa dalam situasi seperti ini, investor cenderung menantikan pernyataan dari figur global yang dapat menenangkan pasar. 

“Selama IHSG bertahan di atas level 8.000, prospeknya dinilai masih positif. Namun demikian, jika turun di bawah level tersebut, perlu diwaspadai potensi bearish consolidation phase,” pungkasnya. 

Sementara itu, dari sisi valuasi, IHSG disebut sudah bergerak di atas fair value setelah menyentuh level 8.200 atau rekor tertinggi sepanjang sejarah bursa.

Dari faktor domestik, pelaku pasar kini menantikan data foreign direct investment (FDI) kuartal III/2025. Hasil ini menjadi indikator penting bagi pergerakan IHSG jangka pendek, terutama setelah sebelumnya terkontraksi.

Saham Pendorong IHSG Rabu (15/10/2025)

DSSA Naik 4,32%
TLKM Naik 4,05%
AMRT Naik 3,74%
COIN Naik 7,51%
CUAN Naik 2,9%
SMMA Naik 2,39%
EMTK Naik 4,58%
ISAT Naik 9,69%
STAA Naik 19,79%
MBMA Naik 4,27%

Saham Penekan IHSG Rabu (15/10/2025)


MLPT Turun 14,99%
BBRI Turun 1,41%
TPIA Turun 4,01%
BREN Turun 1,29%
BRMS Turun 2,75%
BMRI Turun 0,98%
AMMN Turun 1,36%
DCII Turun 1,06%
BRPT Turun 1,27%
JARR Turun 14,75%

--- 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro