Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Konsumsi Listrik China Tumbuh, Ekspor Batu Bara RI Terungkit Tahun Ini?
Lihat Foto
Premium

Konsumsi Listrik China Tumbuh, Ekspor Batu Bara RI Terungkit Tahun Ini?

Ekonomi China yang dibuka kembali mengerek naik konsumsi listrik, menjadi peluang bagi Indonesia untuk memasok lebih banyak batu bara.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com
24 Januari 2023 | 16:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Konsumsi listrik China diproyeksi tumbuh 6 persen sepanjang 2023 seiring pembukaan kembali ekonomi Negeri Panda. Bagaimana kans ekspor batu bara Indonesia bisa terungkit?

Menurut Asosiasi Perdagangan Listrik China, pemulihan ekonomi yang kencang akan ikut menyeret pertumbuhan konsumsi listrik negara itu.

"Pada 2023, operasi ekonomi China secara keseluruhan diperkirakan akan pulih, mendorong tingkat pertumbuhan konsumsi listrik lebih tinggi dari 2022," kata Dewan Listrik China dalam sebuah laporan pekan lalu, seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (24/1/2023).

Dalam kondisi cuaca normal, diperkirakan konsumsi listrik pada 2023 akan menjadi 9,15 triliun kilowatt hours (kWh), meningkat sekitar 6 persen dibandingkan 2022.

Laporan tersebut juga menerangkan bahwa ekonomi makro dan iklim akan menjadi faktor penting yang mempengaruhi permintaan listrik, sementara pengembangan energi baru diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas pembangkit listrik.

Tahun lalu, konsumsi listrik di China tumbuh 3,6 persen menjadi 8,6 triliun kWh dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pasokan listrik meningkat 7,8 persen menjadi 2,56 miliar kilowatt dibandingkan 2021.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top