Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Bisikan Lo Kheng Hong Soal Saham Properti Selain Intiland DILD
Lihat Foto
Premium

Bisikan Lo Kheng Hong Soal Saham Properti Selain Intiland DILD

Investor kawakan Lo Kheng Hong justru kepincut dengan sektor properti yang tengah underperform.
M. Nurhadi Pratomo & Anggara Pernando
M. Nurhadi Pratomo & Anggara Pernando - Bisnis.com
19 Agustus 2022 | 06:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Lo Kheng Hong (LKH) memiliki pandangan tersendiri terkait sektor saham properti yang tengah underperform dibandingkan dengan IHSG dan indeks sektoral lainnya.

Pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia itu mencuri perhatian para pelaku pasar pekan ini setelah muncul sebagai salah satu pemegang saham terbesar emiten properti, PT Intiland Development Tbk. (DILD).

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan LKH muncul sebagai salah satu pemegang saham DILD terbesar per 12 Agustus 2022.

Lo Kheng Hong dilaporkan memiliki 651,41 juta saham DILD pada periode tersebut. Dengan kepemilikan itu, Pak Lo berstatus sebagai pemegang saham 6,28 persen.

Keputusan LKH memborong saham DILD menimbulkan pertanyaan sejumlah kalangan. Pasalnya, kinerja saham emiten di sektor properti tengah underperform.

Sebagai gambaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IDX Sector Properties & Real Estate mencetak rapor merah dengan koreksi 6,83 persen year-to-date (ytd) 2022 per Kamis (18/8/2022).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top