Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Historia Bisnis: 146 Emiten "Ndherek Dhawuh" Pak Harto
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: 146 Emiten "Ndherek Dhawuh" Pak Harto

Dalam Bahasa Jawa, "Ndherek Dhawuh" berarti taat perintah. Demikian sikap seluruh emiten ketika diminta Pak Harto mengalihkan sebagian sahamnya ke koperasi.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
03 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bukan tanpa alasan mendiang Soeharto, Presiden ke-2 Indonesia, dijuluki sebagai penggerak koperasi. Pada masa kepemimpinannya, Pak Harto kerap menempatkan koperasi sebagai elemen yang terlibat langsung dalam roda perekonomian.

Salah satu usaha pelibatan itu tampak pada awal 90an, ketika dirinya menginstruksikan emiten-emiten di pasar modal agar melimpahkan sebagian sahamnya kepada entitas berbentuk koperasi.

Pak Harto tidak main-main dengan titah ini. Buktinya, sejak awal Maret 1990, legenda Golkar itu mengundang 31 konglomerat datang ke Peternakan Tapos, Ciawi. Pertemuan ini turut dihadiri pendiri Astra William Soeryadjaya, perintis Sinarmas Eka Tjipta Widjaja, konglomerat properti Ciputra, taipan sawit Sukanto Tanoto, hingga bos Grup Barito Prajogo Pangestu.

Konon, sebagaimana dicatat Rizal Mallarangeng dalam Mendobrak Sentralisme Ekonomi Indonesia 1986-1992, pertemuan ini dilandasi kegundahan Soeharto. Pak Jenderal sedang putar otak lantaran program pembangunan lima tahun (Pelita) yang sudah jalan empat babak tidak kuasa membendung kesenjangan ekonomi yang makin curam.

Singkat cerita, nyaris setahun usai pertemuan itu, pemerintahan Soeharto akhirnya menerbitkan Surat Edaran Menko Ekuin Nomor SE-05/M/Ekuin/1991 tentang Pemilikan Saham oleh Koperasi. Aturan ini menyarankan perusahaan yang sudah go public untuk melakukan penjualan saham kepada koperasi secara bertahap.

“Tahap pertama mungkin sekitar 1 persen, tapi jika mereka [emiten] menyerahkan lebih dari itu ya lebih baik,” ujar ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) saat itu, Marzuki Usman.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top