Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi mata uang kripto Ethereum di atas tumpukan dolar AS./ANTARA FOTO-Shutterstock - pri.
Lihat Foto
Premium

Risiko Tekanan Bertubi Bagi Pelaku Bitcoin dan Aset Kripto

Investor aset kripto di Indonesia patut untuk harap-harap cemas dengan tekanan dari berbagai sisi.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com
10 Mei 2022 | 16:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Awan kelam tengah melanda aset kripto (cryptocurrency) di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Hal itu salah satunya tidak lepas dari nilai tukar sebagian besar aset kripto yang merosot tajam, tak terkecuali aset kripto utama dunia, seperti Bitcoin, Ethereum dkk.

Adapun, harga Bitcoin sempat merosot mendekati level terendahnya sepanjang masa yang pernah terjadi pada Juli lalu. Kala itu, harga Bitcoin sempat menyentuh US$29.000.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (9/5/2022), aset kripto terbesar di dunia ini anjlok hingga 2,7 persen dan diperdagangkan pada US$33.741 pada pukul 11:40 WIB. Bitcoin kemudian menyentuh level US$33.570 pada pukul 12.38 WIB

Sementara itu, berdasarkan data dari Coinmarketcap.com pada Selasa (10/5/2022), Bitcoin diperdagangkan di level US$31.830 pukul 15.30 WIB. Level tersebut terkoreksi 4,66 persen secara harian, dan 33,20 persen secara year to date (ytd).

Pengetatan kebijakan moneter dan likuiditas yang surut membuat investor menjauh dari aset spekulatif, seperti aset kripto di pasar global.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top