Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kelapa sawit ditumpuk di atas sebuah truk di Penajam, Kalimantan Timur, Rabu (27/11/2019). - Bloomberg/Dimas Ardian
Lihat Foto
Premium

Dugaan Mafia Minyak Goreng dan Susutnya Harta Pendiri Wilmar

Seiring mencuatnya kasus dugaan mafia minyak goreng yang melibatkan Grup Wilmar, nilai kekayaan Martua Sitorus susut Rp1 triliun lebih dalam sepekan terakhir.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
22 April 2022 | 14:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Keterlibatan Master Parulian Tumanggor, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia dalam kasus dugaan korupsi mafia minyak goreng terindikasi bikin sederet lini bisnis Grup Wilmar kecipratan getah. Tidak terkecuali crazy rich Martua Sitorus, yang tampak mengalami penurunan nilai kekayaan bersih dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data Forbes Realtime Billionaire, per penutupan perdagangan Kamis (22/4/2022) nilai kekayaan pendiri Grup Wilmar tersebut berkisar US$2,9 miliar atau setara Rp41,62 triliun (kurs Rp14.355 per US$). Nominal ini berkurang sekitar 4 persen dari estimasi US$3 miliar atau Rp43 triliun lebih pada pekan lalu.

Hingga artikel ini rilis, Martua masih menempati peringkat 10 daftar orang terkaya di Indonesia. Namun, posisinya semakin ditempel ketat oleh bos Bank Jago Jerry Ng serta pendiri Alfamart Djoko Susanto. Jerry dan Djoko saat ini menempati peringkat 11 dan 12 dengan kisaran nilai kekayaan bersih US$2,7 miliar.

Bukan mustahil tren penurunan yang dibukukan Martua terus berlanjut. Apalagi, data Forbes memperlihatkan bahwa Martua masih mengalami penyusutan kekayaan 1 persen lebih dalam 24 jam terakhir. Potensi ini juga seolah diamini oleh lesunya data harga saham-saham yang terkoneksi dengan lini bisnis Martua.

Sebagai konteks, Wilmar Nabati Indonesia merupakan sayap bisnis Wilmar International Limited. Namun, patut digarisbawahi jika perusahaan asal Singapura tersebut bukanlah satu-satunya entitas yang menjadi sumber pergerakan nilai aset Martua Sitorus.

Lewat Grup Wilmar maupun kongsinya dengan sejumlah pihak, Martua juga banyak berinvestasi di sejumlah perusahaan dalam negeri. Di pasar modal misalnya, dua dari segelintir emiten yang mendapat kucuran dana adalah PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) dan PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top