Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang trader mengamati pergerakan saham di New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, Kamis (12/3/2020). - Bloomberg/Michael Nagle
Lihat Foto
Premium

Alarm Kinerja Wall Street hingga Pasar Keuangan Global April 2022

Sederet aset global mulai dari pasar saham hingga keuangan berguguran pada periode April 2022 menyusul gaung kebijakan lanjutan suku bunga Federal Reserve.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com
13 April 2022 | 17:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Gaung kenaikan suku bunga lanjutan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang makin kencang menahan laju pertumbuhan pasar saham hingga pasar keuangan global.

Sejumlah emiten konstituen indeks S&P 500 mulai dari perusahaan cip dan pengapalan hingga bisnis yang berkaitan erat dengan perekonomian terperosok. 

Secara keseluruhan, indeks yang paling banyak menjadi acuan di dunia ini turun 2,6 persen periode berjalan bulanan April 2022 termasuk koreksi 1,7 persen pada Senin (11/4/2022).

Langkah pengetatan moneter The Fed untuk menghadapi inflasi terburuk sepanjang empat dekade disebut-sebut menjadi penyebab utama kemunduran ini.

Bureau of Labor Statistic mengumumkan indeks harga konsumen (CPI) AS pada Maret 8,3 persen (year-on-year), yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 7,9 persen. Inflasi yang tinggi ini memberikan sinyal makin kuat bagi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top