Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ustadz Yusuf Mansur. - Instagram @yusufmansurnew
Lihat Foto
Premium

Akhir Yusuf Mansur Bersama Paytren Aset Manajemen

Paytren Aset Manajemen dibangun Yusuf Mansur untuk menghimpun dana masyarakat secara gotong royong mengerjakan sejumlah proyek strategis. Saat peluncuran reksa dana perdana dari manajer investasi ini, Yusuf menargetkan dana kelolaannya mencapai Rp3 triliun. Namun cita-cita ini tampaknya akan berakhir seiring langkahnya menjual perusahaan ini.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
20 Maret 2022 | 19:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah menargetkan akan meraup dana publik hingga Rp3 triliun, Jam'an Nurchotib Mansur atau yang lebih kondang dengan panggilan Yusuf Mansur berencana hengkang dari PT Paytren Aset Manajemen. 

Kepastian keluarnya Yusuf Mansur dari manajer investasi itu disampaikan dalam pengumuman keterbukaan pertengahan pekan lalu. Disebutkan seluruh pemegang saham akan melego kepemilikan di PT Paytren Aset Manajemen. 

"Direksi perseroan dengan ini mengumumkan bahwa 100 persen saham perseroan yang telah diterbitkan dan dimiliki oleh Pemegang Saham akan dibeli oleh pihak lain," tulis manajemen PAM dalam pengumumannya. 

Setelah pelepasan ini, maka PAM akan dikendalikan pihak ketiga dan mengakibatkan perubahan pemegang saham. 

"Adapun pelaksanaan jual beli tersebut hanya akan dilakukan setelah diperolehnya persetujuan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis Direksi PAM. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top