Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
HISTORIA BISNIS: Hari Ini, 100 Juta Saham Astra International (ASII) Beralih ke Prajogo Pangestu Cs
Lihat Foto
Premium

HISTORIA BISNIS: Hari Ini, 100 Juta Saham Astra International (ASII) Beralih ke Prajogo Pangestu Cs

Pengalihan 100 juta lembar saham PT Astra International Tbk. (ASII), milik keluarga William Soeryadjaya, kepada Prajogo Pangestu cs dijadwalkan tuntas hari ini, Jumat (15/1/1993), sebagai buntut dari utang kredit macet yang menggunung di Bank Summa.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com
15 Januari 2022 | 11:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Keluarga William Soeryadjaya terpaksa harus melepas 100 juta lembar saham PT Astra International Tbk. (ASII) kepada Prajogo Pangestu cs demi memenuhi kewajiban Bank Summa yang mencapai Rp1,51 triliun pada November 1992.

Sayangnya, keputusan William Soeryadjaya atau Om Willem untuk melepas Astra International, perusahaan yang dibesarkan sejak 20 Februari 1957, itu tetap tak mampu menyelamatkan Bank Summa yang akhirnya divonis mati oleh Bank Indonesia pada Senin (14/12/1992).

Bank Indonesia terpaksa menyuntik mati Bank Summa karena utang bank, yang didirikan oleh Edward Seky Soeryadjaya, anak sulung Om Willem, itu terus menggunung, di mana menjelang akhir November 1992 sudah mencapai total Rp1,51 triliun.

Dengan kredit lancar sekitar Rp200 miliar, dari total kredit yang dikucurkan Rp1,6 triliun, Bank Summa hanya memiliki aset Rp1,3 triliun dan catatan kerugian Rp600 miliar. Dari sisi liabilitas, dana masyarakat tercatat Rp947 miliar, dana BI berupa Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) Rp300 miliar, dan pinjaman antarbank Rp271 miliar, maka Bank Summa punya kewajiban sebesar Rp1,51 triliun.

Puncaknya, saat penyehatan tengah berlangsung, Bank Summa sempat dinyatakan kalah kliring karena tidak bisa memenuhi kewajiban Rp135 miliar pada Kamis 12 November 1992.

Akibatnya, cek yang dikeluarkan Bank Summa tidak bisa dicairkan di bank mana pun tanpa persetujuan BI. Dampaknya, sekitar 196 ribu nasabah Bank Summa pun melakukan rush money atau penarikan secara serentak dalam jumlah besar, yang kemudian berujung pada likuidasi Bank Summa.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top