Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Lihat Foto
Premium

Untung-Rugi Emiten Nikel dari Wacana Ketentuan Baru Ekspor

Produsen nikel, terutama emiten seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan PT Aneka Tambah Tbk. (ANTM) diperkirakan mendapatkan beragam sentimen dari wacana terbaru tentang ketentuan ekspor komoditas tersebut.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
24 September 2021 | 16:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Investasi Bahlil Lahadalia baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk memberlakukan kebijakan larangan ekspor produk olahan nikel dengan kadar 30 persen hingga 40 persen.

Sementara itu, untuk produk olahan nikel dengan kandungan lebih dari 70 persen dapat diekspor.

Menurutnya langkah itu dilakukan demi mendorong perkembangan rantai penghiliran nikel dalam negeri.

“Ini dalam rangka supaya bagaimana kita membuat desain besar agar mata rantai hilirisasi nikel bisa dimanfaatkan,” ujar Bahlil belum lama ini.

Bahlil belum mendetailkan lebih lanjut soal beleid yang akan disusun tersebut. Namun rencana ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mendorong Indonesia menjadi negara pengekspor produk jadi, bukan lagi bahan mentah.

Menanggapi hal itu, Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetyo mengatakan jika wacana tersebut diberlakukan, maka dapat menjadi sentimen negatif yang akan menekan pendapatan emiten yang memproduksi nikel dengan kandungan antar 30-40 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top