Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Asap mengepul saat seorang wanita mengenakan masker di dekat pembangkit listrik tenaga batu bara di Shanxi, China. Kevin Frayer / Getty Images  -  Bloomberg
Premium

Balada Industri Batu Bara Pacu Investasi Tambang Baru

11 Juni 2021 | 10:54 WIB
Saat ini tidak mudah bagi produsen batu bara untuk memacu produksi dengan membuka tambang baru, di tengah meningkatnya kampanye untuk meninggalkan konsumsi energi kotor.

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara yang berada di level tertinggi dalam beberapa tahun dinilai belum cukup memacu investasi di tambang baru.

Harga emas hitam itu melonjak lantaran permintaan dari China ke Eropa mengalami rebound setelah terpukul pandemi Covid-19.

Kendati begitu, perusahaan tambang tetap ragu untuk berinvestasi dalam proyek baru karena akses pembiayaan yang makin sulit didapatkan. Apalagi, banyak negara mulai berkomitmen untuk membatasi konsumsi bahan bakar kotor seperti batu bara.

Hal ini tentu saja memunculkan tanda tanya atas permintaan jangka panjang.

Kondisi tersebut bertentangan dengan siklus komoditas biasanya, di mana harga tinggi merupakan sinyal untuk meningkatkan produksi sehingga dapat membawa pasar kembali ke keseimbangan.

"Kami memperkirakan sebagian besar penambang batu bara yang mengekspor ke pasar lintas laut akan berusaha menyerap kenaikan harga batu bara saat ini untuk meningkatkan neraca, daripada berkomitmen untuk mendorong pasokan baru," kata Viktor Tanevski, analis utama di Wood Mackenzie Ltd seperti dikutip Bloomberg, Jumat (11/6/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top