Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Taper Tantrum Mengintai, Emiten Tanah Air Harap-Harap Cemas

08 Juni 2021 | 14:58 WIB
Fenomena taper tantrum yang diyakini akan segera muncul akibat kebijakan Bank Sentral AS, diperkirakan bisa memberikan tekanan bagi emiten Tanah Air.

Bisnis.com, JAKARTA – Banjirnya likuiditas global akibat stimulus bisa berujung pada taper tantrum berpotensi menjadi ancaman bagi pasar modal Tanah Air.

Taper tantrum bisa diartikan gejolak pasar ketika bank sentral mulai mengetatkan kebijakan.  Kondisi tersebut masih menjadi kekhawatiran lantaran target inflasi jangka panjang belum stabil, serta tenaga kerja AS yang belum pulih atau masih jauh dari level prapandemi. 

Saat ini, semua memang tertuju ke pernyataan The Fed dan FOMC. Kebijakan yang disorot khususnya mengenai program pembelian obligasi oleh Bank Sentral AS dan petunjuk mengenai jangka waktu atau sampai kapan tren suku bunga rendah ini akan berlangsung.

Jika berkaca pada taper tantrum sebelumnya, kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Sentral AS berujung pada kenaikan terbatas IHSG dalam setahun.

Kejadian yang sama dikhawatirkan kembali terulang pascapandemi. Kekhawatiran pun menguat setelah Presiden AS Joe Biden menggelontorkan stimulus jumbo US$1,9 triliun untuk menggairahkan perekonomian.

Stimulus itu diperkirakan bisa memicu inflasi dan mendorong The Fed kembali melakukan pengetatan walaupun Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan kebijakan akomodatif masih akan dipertahankan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top