Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pengemudi ojek online menunjukan aplikasi digawainya saat menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Menakar Potensi dan Dampak Kolaborasi Bukalapak dan Grab, Saingi GoTo

04 Juni 2021 | 12:46 WIB
Potensi menularnya tren merger yang dilakukan Gojek dan Tokopedia (GoTo) ke Bukalapak dan Grab dinilai cukup besar. Namun terdapat sejumlah dampak yang akan hadir jika dua entitas itu benar-benar bergabung nantinya.

Bisnis.com, JAKARTA – Merger Tokopedia-Gojek dinilai menjadi game changer dalam bidang bisnis teknologi. Hal itu, membuat tidak menutup kemungkinan strategi tersebut disusul oleh pemain lain demi bersaing di pasar digital Tanah Air.

Sejumlah pengamat menilai, raksasa teknologi Asia Tenggara lainnya, seperti Grab dan Bukalapak menjadi kandidat kuat untuk menyusul kolaborasi Tokopedia-Gojek yang melahirkan GoTo. 

Peluang kolaborasi antara Grab dan Bukalapak pun terbilang sangat terbuka. Hal itu tak lepas dari irisan dan persilangan investasi yang melibatkan Grab dan Bukalapak. Dalam hal ini, kedua perusahaan startup itu ‘dijembatani’ oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK).

Pada 2015 lalu Emtek menempatkan anak usahanya yakni Kreatif Media Karya ke dalam struktur pemegang saham Bukalapak, melalui investasinya.

Selanjutnya, Emtek juga bergabung bersama dengan Microsoft dan GIC menyuntikkan dana ke Bukalapak dalam putaran pendanaan pada April 2021 lalu. Kala itu, pendanaan yang berhasil dihimpun mencapai US$234 juta. 

Sementara itu, Grab Holding terekam mengakuisisi 4,6 persen saham Emtek melaui pembelian saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement lewat H Holding.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top