Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Banteng maskot Bursa Efek Indonesia berdisi di depan IHSG yang memerah - Bloomberg/Dimas Ardian.
Premium

Bersiap Hadapi Sell in May, Saham Mana Jadi Jagoan?

29 April 2021 | 16:30 WIB
Kalangan analis masih menjagokan sejumlah saham memasuki bulan Mei 2021. Strategi apa yang harus dilakukan investor di tengah pergerakan IHSG yang masih sideways?

Bisnis.com, JAKARTA — Ketangguhan indeks harga saham gabungan akan diuji memasuki periode Mei 2021 yang lekat dengan mitos sell in may.

Strategi investasi sell in may and go away sudah cukup familier di kalangan pelaku pasar modal. Secara harafiah, teori itu diterjemahkan sebagai menjual kepemilikan saham pada bulan Mei.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menuturkan istilah sell in may memang akan terkorelasi dengan pergerakan bursa. Istilah itu dimulai dari Amerika Serikat (AS) saat periode Mei — Oktober banyak investor yang cuti seiring masuk ke musim panas.

Faktor itu menurutnya menyebabkan indeks AS cenderung terkoreksi sepanjang periode tersebut. Kemudian, pergerakan pasar saham bergerak naik setelah fase terlewati.

Untuk melihat efek sell in may terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG), lanjut dia, dapat dilihat dari pergerakan indeks komposit sepanjang periode tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top