Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN
Premium

Kinerja PGN (PGAS) Tersandera Kebijakan Pemerintah

24 Maret 2021 | 18:52 WIB
Hampir setahun berjalan, kebijakan harga gas khusus tertentu untuk sektor industri dan pembangkit listrik rupanya menjadi beban tersendiri untuk PGN alias PGAS.

Bisnis.com, JAKARTA – Laju berat harus dihadapi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) pada tahun ini. Beban itu datang dari kebijakan pemerintah, yakni yang menugaskan PGAS terkait dengan penyaluran harga gas khusus tertentu untuk sektor industri dan pembangkit listrik.

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan kebijakan harga gas industri melalui Peraturan Menteri ESDM No 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri pada tahun lalu.

Beleid tersebut mengatur bahwa penyesuaian tarif gas ke level US$6/MMbtu wajib dilaksanakan paling lambat pada 13 Mei 2020. Adapun, salah satu alasan pemerintah menetapkan harga gas industri pada level tersebut adalah untuk meningkatkan daya saing industri nasional. Pasalnya, ongkos energi di Indonesia dinilai menjadi salah satu yang termahal di Asia Tenggara.

Hampir setahun berjalan, kebijakan itu rupanya menjadi beban tersendiri untuk PGN alias PGAS.

Perseroan memproyeksikan adanya penguapan pendapatan, lantaran menjalankan penugasan pemerintah untuk penyaluran harga gas khusus tertentu untuk sektor industri dan pembangkit listrik.

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan, perusahaan telah memiliki proyeksi terkait dengan potensi kerugian yang dialami saat penyaluran gas ke pelanggan industri selama 2020 hingga 2024. Selama periode itu, PGAS diperkirakan secara akumulasi mengalami kerugian sebesar US$801,38 juta.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top