Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah 3 tahun menderita kerugian. - indofarma.id
Premium

Historia Bisnis : Wacana Merger KAEF dan INAF Rp5 Triliun

18 Maret 2021 | 13:00 WIB
Pemerintah sempat mempertimbangkan opsi merger antara PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF).

Bisnis.com, JAKARTA — Opsi penggabungan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF) pernah mencuat sebagai bagian dari pembentukan holding farmasi.

Sejak Juli 2007, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebenarnya telah menunjuk Mandiri Sekuritas untuk menyiapkan pembentukan holding farmasi. Kelompok usaha itu akan beranggotakan Kimia Farma, Indofarma, dan Phapros.

Kendati demikian, rencana itu tidak berjalan mulus. Pemegang saham Phapros menolak masuk ke holding farmasi pada Januari 2008 karena kepemilikan pemerintah tidak sepenuhnya.

Penolakan pembentukan holding farmasi juga datang dari Departemen Kesehatan pada September 2008. Alasan pemerintah mengingat tiap BUMN memiliki fungsi yang berbeda.

Namun, Departemen Kesehatan akhirnya memberi restu pembentukan holding yang terdiri atas KAEF dan INAF pada Januari 2009. Dua opsi pembentukan holding yang diusulkan yakni merger dan akuisisi.

Pada Maret 2009, Kementerian BUMN memutuskan memilih opsi merger untuk pembentukan holding farmasi. Dinamika wacana merger itu sempat terekam di Koran Bisnis Indonesia edisi 18 Maret 2009 dalam artikel berjudul ‘Nilai pasar merger capai Rp5 triliun’.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top