Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen saat kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (1/7/2020). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Premium

Harga Minyak Senggol Produsen Tekstil, PBRX, SRIL dan TRIS Terpengaruh?

16 Maret 2021 | 15:33 WIB
Kenaikan harga minyak mentah turut mengerek harga bahan baku tekstil seperti serat dan filamen.

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati mengalami penurunan harga sepanjang pekan ini, harga minyak mentah dunia secara umum masih berada di level yang tinggi, dan mendekati harga US$70 per barel.

Adapun harga minyak di pasar global sepanjang pekan ini bergerak ke level US$60-US$70. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pada Selasa (16/3/2021) pukul 15.00 WIB berada pada level US$64,83 per barel, melemah 0,86 persen dari sesi perdagangan sebelumnya. 

Sementara, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2021 ke level US$68,30 per barel. Minyak jenis Brent melemah 0,56 persen dari hari sebelumnya.

Tingginya harga minyak mentah tersebut dinilai menekan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Efeknya, kenaikan harga minyak mentah tersebut turut mengerek harga bahan baku tekstil seperti serat dan filamen.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan kenaikan harga minyak ini turut mengerek harga paraxylene (PX), purified terephtalic acid (PTA) dan methyl ethylene glycol (MEG) yang merupakan bahan baku serat dan benang filamen.

Dia menjelaskan dalam tiga bulan terakhir harga minyak mengalami kenaikan di atas 45 persen. Hal itu membuat hrga PTA tiga bulan lalu mencapai US$550, setiap minggunya masih mengalami kenaikan hingga saat ini sekitar US$765 per ton. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top