Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana di smelter milik PT Timah Tbk. (TINS) di Mentok, Bangka, Indonesia, Selasa (19/11/2013). - Bloomberg/Dimas Ardian
Premium

Seberapa Besar Pendapatan Antam (ANTM) dan Timah (TINS) dari Rantai Pasok Tesla?

21 Januari 2021 | 20:31 WIB
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Timah Tbk. (TINS) ternyata sudah masuk rantai pasok pabrikan mobil listrik Tesla. Seberapa besar kontribusi Tesla terhadap pendapatan dua emiten BUMN itu?

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah tren volatilitas yang masih membayangi harga saham dua emiten tambang pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Timah Tbk. (TINS), nama perusahaan raksasa Tesla ikut masuk dalam pusaran perbincangan.

Terakhir, rekam jejak keterlibatan ANTM dan TINS dalam rantai pasok bahan baku produk Tesla menjadi topik yang kembali ramai dibicarakan publik sejak Kamis (21/1/2021).

Saban tahun, pabrikan kendaraan listrik Tesla memang rutin menyerap pasokan mineral dalam bentuk emas, tantalum, timah, hingga tungsten dari berbagai negara di dunia. Sumber suplai rantai pasok tersebut diambil secara merata dari hampir seluruh benua dan kawasan.

Dalam paparan di laman resminya, Tesla menyebut sikap mereka mengambil banyak sumber dilandasi keinginan untuk menghindar dari konflik kepentingan negara atau kawasan tertentu. Bermitra dengan hampir semua penjuru membuat citra netral Tesla akan terjaga dan, tentu saja, akan menguntungkan upaya mereka untuk memperluas jejaring bisnis.

Perlu digarisbawahi bahwa Tesla sebetulnya belum merilis daftar mitra rantai pasok mereka untuk 2020. Perusahaan baru mempublikasikan daftar mitra mereka untuk tahun kalender yang berakhir pada 2019.

Namun, memang benar bahwa ANTM dan TINS masuk dalam daftar tersebut. Kedua perusahaan telah rutin masuk dalam rantai pasok Tesla sejak 2015.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top