Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kelapa sawit ditumpuk di atas sebuah truk di Penajam, Kalimantan Timur, Rabu (27/11/2019). - Bloomberg/Dimas Ardian
Premium

Menakar Kinerja Salim Ivomas (SIMP) Sepanjang 2021, Prospektifkah Sahamnya Dikoleksi?

05 Januari 2021 | 05:46 WIB
PT Salim Ivomas Tbk. (SIMP) mungkin bukan emiten sawit yang paling dijagokan tahun ini. Tapi, bukan berarti kinerja finansial dan sahamnya tak prospektif.

Bisnis.com, JAKARTA – Pada Kamis (31/12/2020), Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Salim Ivomas Tbk. (SIMP) menghasilkan keputusan penting. Memasuki tahun yang baru, emiten sawit yang berada di bawah naungan Grup Salim tersebut akan menambah porsi saham mereka di anak usaha, yakni PT Mentari Subur Abadi (MSA).

Terkait teknisnya, RUPS menyetujui peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor MSA lewat penerbitan 806.897 lembar saham baru senilai Rp806,89 miliar. Seluruh saham baru akan tercatat atas nama SIMP.

“Sehingga setelah penerbitan saham baru dan penyetoran telah dilakukan maka kepemilikan saham perseroan dalam MSA berubah dari semula sekitar 60 persen menjadi sekitar 80 persen,” papar Sekretaris Perusahaan SIMP Yati Salim dalam keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan menyatakan penambahan modal ini ditujukan guna mengurangi beban bunga dan meningkatkan ekuitas MSA. Harapannya, langkah tersebut dapat membuat MSA lebih mudah mendapat pembiayaan dari lembaga perbankan.

Pembiayaan dari perbankan diyakini perseroan akan mampu meningkatkan produktivitas MSA. Mengacu ke laporan keuangan terkini perusahaan, MSA yang berpusat di Sumatra punya 13.000 hektare (ha) lahan untuk perkebunan sawit.

Selain itu, entitas anak ini juga mengendalikan 60 persen saham PT Agrosubur Permai, perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kalimantan Tengah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top