Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Reksa dana pendapatan tetap masih menjadi favorit investor pada 2020. Bagaimana dengan reksa dana pilihan pada 2021? (Bloomberg - Brent Lewin)
Premium

Prospek Reksa Dana 2021: Manajer Investasi Siapkan Produk Baru, Siapa Jagoannya?

28 Desember 2020 | 14:44 WIB
Sejumlah manajer investasi telah menyiapkan beberapa produk reksa dana baru yang akan dirilis pada pengujung tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam menyambut pemulihan ekonomi yang diharapkan terjadi pada 2021, sejumlah manajer investasi juga telah menyiapkan beberapa produk reksa dana yang baru.

Adapun, kinerja reksa dana pendapatan tetap tahun ini paling moncer dibandingkan dengan varian produk reksa dana lainnya. Di tengah gejolak pasar, sejumlah produk reksa dana pendapatan tetap mencetak rata-rata imbal hasil sebesar 9,13 persen hingga pekan ketiga Desember.

Performa tersebut melampaui target yang pernah ditetapkan pelaku pasar. Infovesta Utama, misalnya, pernah menargetkan imbal hasil reksa dana pendapatan tetap di level 7 persen—8 persen.

Kinerja reksa dana pendapatan tetap pun menjadi satu-satunya instrumen yang outperform dari indeks acuan, terdiri dari surat utang pemerintah dan obligasi korporasi yang hanya tumbuh 7,80 persen pada periode yang sama. Tercatat yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun berada pada level 6,14 persen.

Posisi tersebut jauh lebih baik setelah yield sempat menanjak hingga 8,37 persen pada 24 Maret 2020 ketika pandemi Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia. Namun, pergerakan yield mulai stabil di bawah 7 persen sejak 22 Juli 2020.

Sementara itu, reksa dana saham menjadi satu-satunya instrumen yang tertahan di zona merah dengan koreksi sebesar 7,77 persen. Posisi ini berada jauh di bawah kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang hanya turun 3,10 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top