Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Perkuat Pembinaan Go Digital, Bantu Produk Bumbu Instan UMKM Binaan di Sulawesi ini Mendunia

Upaya PT. Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan dalam mendorong kemajuan bisnis UMKM binaannya terus meningkat. Salah satunya dengan cara pembinaan menuju Go Digital.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  18:11 WIB
Foto: Dok. PT. Pertamina (Persero)
Foto: Dok. PT. Pertamina (Persero)

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya PT. Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan dalam mendorong kemajuan bisnis UMKM binaannya terus meningkat. Salah satunya dengan cara pembinaan menuju Go Digital.

Dengan upaya tersebut, jangkauan pemasaran dan penjualan produk UMKM tersebut bisa meluas dan mendapat profit lebih banyak pula.

Seperti yang sudah diterapkan oleh Aminah An. Pemilik UMKM Alminana Aneka Bumbu binaan Pertamina ini, sukses dengan bisnis yang dijalani setelah mentransformasi cara pemasaran tradisional menjadi Go Digital. “Pembinaan dari Pertamina tentang cara pemasaran secara digital sangat membantu usaha saya,” jelasnya.

Saat ini, Aminah berprofesi sebagai ASN Instalasi Gizi di sebuah Rumah Sakit Daerah di Makassar. Rutinitasnya sehari-hari adalah menyiapkan makanan bagi pasien rumah sakit.

“Saya berpikir dan cari cara agar proses memasak di instalasi Gizi menjadi lebih cepat. Yaitu dengan meracik bumbunya. Saya mulai mencari racikan yang pas, di rumah saya di Gowa. Lalu saya coba gunakan di kantor,” ujar Aminah.

Tidak hanya untuk pasien. Teman-temannya di kantor pun ikut melirik bumbu-bumbu buatan Aminah. Akhirnya, sedikit demi sedikit mulai dari pegawai hingga dokter pun tertarik dengan racikan bumbunya. Informasi itu cepat tersebar dari mulut ke mulut. Hingga akhirnya ia pun mulai serius menekuni bisnis tersebut sekitar tahun 2011.

Aminah awalnya tidak berniat untuk berbisnis. Maklum dia tidak memiliki basis sebagai pengusaha, hanya hobi memasak saja. Namun sejak menjadi Mitra Binaan Pertamina pada tahun 2015.

Semangat berbisnisnya pun bertambah. Sejumlah kemajuan usahanya dia rasakan semenjak jadi binaan Pertamina. Hingga saat ini, tercatat selusin jenis bumbu masak yang berhasil diracik dan dipatenkan.

Sepuluh karyawan yang membantunya mengolah bumbu, pengemasan, hingga penjualan, mampu diandalkan untuk terus berproduksi dan memenuhi permintaan konsumen yang menjalar ke sejumlah kota besar di Indonesia. Hingga menembus pasar internasional seperti negara Timur Tengah, Belanda hingga Afrika Selatan. “Kami juga berdayakan ibu-ibu di sekitar rumah untuk ikut membantu produksi bumbu instan ini,” tuturnya.

Bumbu instan Sop Konro racikan Aminah, bahkan pernah memenangi juara nasional dalam event produk pangan berskala nasional, di Bali pada 2011. Kian bersemangatlah Aminah menekuni bisnis bumbu tradisional khas Makassar yang mampu memberikan omzet mendekati Rp 50 juta per bulan itu.

“Bagi masyarakat yang ingin mencicipi produk kami bisa menghubungi melalui media sosial @alminana.bumbu atau membeli lewat berbagai marketplace dengan nama Alminana Bumbu,” paparnya.

Aminah pun berharap, di bawah binaan Pertamina, usaha yang dijalani mampu berkembang lebih pesat lagi. “Alhamdulillah kami mendapatkan banyak dukungan yang salah satunya membuat UMKM kami bisa semakin berkembang hingga saat ini.

Kami diberikan banyak kesempatan belajar dan terlibat dalam berbagai event yang juga turut diselenggarakan oleh Pertamina. Kami merasakan perubahan yang signifikan dalam berkembangnya usaha kami ini. Terima kasih banyak. Semoga kemitraan ini tertap berlanjut hingga kapanpun,” pungkas Aminah.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengapresiasi bisnis yang dijalani Aminah. Menurutnya, ia telah menerapkan usaha berbasis sociopreneur dan layak dikategorikan sebagai pahlawan ekonomi dibidang usaha kecil dan menengah. “Sebab, Ibu Aminah turut membantu perekonomian warga sekitar rumahnya dengan melibatkan dalam usaha yang dijalani,” tutur Fajriyah.

Pertamina juga akan membantu UMKM untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri. Sehingga tetap dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan membantu kemandirian ekonomi.

”Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Fajriyah.

- Go Digital

Pemasaran yang awalnya dari mulut ke mulut, berkembang menjadi pemasaran secara digital lewat media sosial dan marketplace.

- Omzet Rp 50 Juta

Aneka macam produk bisa dilihat melalui media sosial @alminana.bumbu atau membeli lewat beberapa marketplace dengan nama Alminana Bumbu

- Sociopreneur & Pahlawan Ekonomi

Aminah menyediakan lapangan pekerjaan dan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumah untuk ikut membantu produksi bumbu instan ini.

- Internasional

Selain lokal dan dalam negeri, produknya sudah diekspor ke beberapa negara Timur Tengah, Belanda hingga Afrika Selatan

Pasar lokal untuk kawasan Makassar sendiri relatif terjaga pasokannya. Lazimnya, produk Aminah masuk ke etalase toko-toko ritel kecil hingga hipermarket, termasuk di sejumlah hotel berbintang. Bumbu-bumbu tradisional racikan Aminah sangat membantu mempercepat proses penyajian kuliner tradisional khas Makassar yang lezat itu.

Diantaranya bumbu sop konro, coto Makassar, pallubasa, kari Makassar, toppa lada, pallu kaloa, sop saudara, opor ayam, sambal tumis, dan sebagainya dalam cita rasa asli lidah Makassar.

Semua bumbu dikemas dalam wadah aluminium foil yang kedap udara dan stiker bergambar kuliner khas Makassar yang menggoda.  Kemasan bumbu basah sop konro dan palubassa dengan bobot isi 200 gram, misalnya, dijual Rp 30 ribu/pcs. Sementara aneka bumbu kering ukuran 80 gram dibanderol Rp 25 ribu/pcs.

  1. Awal memulai usaha

Jadi saya ini berstatus sebagai ASN dulu disebut PNS di sebuah Rumah Sakit Daerah. Karena saya senang masak, dan saya bertugas di bagian Instalasi Gizi yang menyiapkan makanan bagi pasien rumah sakit, maka saya mulai mncari cara agar proses memasak di instalasi Gizi menjadi lebih cepat yaitu dengan meracik bumbunya. Saya mulai mencari racikan yang pas, di rumah saya di Gowa, lalu saya coba gunakan di kantor.

Saya melihat peluang, bahwa setiap kali menjelang hari raya, misalnya idul fitri maupun idul adha, rekan-rekan sejawat di rumah sakit terutama yang ibu-ibu, seolah-olah merasa kesulitan karena di satu sisi kami-kami para pegawai ini harus tetap berdinas di rumah sakit bahkan di hari raya, sedangkan di rumah kami juga “harus” menyiapkan sajian lebaran d rumah karena ini saat di mana banyak anggota keluarga yang berkumpul di rumah.

Jadilah saya mulai tawarkan bumbu-bumbu racikan saya ini ke teman-teman di kantor saya. Mulai dari dokter maupun pegawai di departemen/instalasi lain menjadi pelanggan bumbu saya. Lalu dari mulut ke mulut, informasi mulai berkembang, dan Alhamdulillah hingga sekarang masih bisa berproduksi dan pembelian semakin banyak dan meluas.

  1. Langkah awal memulai proses produksi

Sebagai usaha yang baru merintis tentu saja kami memanfaatkan sumber daya yang ada. Setelah mulai berkembang, barulah kami sediit demi sedikit mengadakan berbagai peralatan dan perlengkapan untuk mendukung usaha kami.

Dalam pengadaan peralatan dan pengembangan usaha ini kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah aerah, swasta, termasuk Pertamina.

  1. Harga jual produk

Harga awal kami memasarkan produk kami yakni mulai dari harga Rp 22.000 dan kini kami memasarkan dengan harga Rp 30.000

  1. Omzet perbulan

Rerata kami bisa mendapatkan omzet Rp 10 juta hingga Rp 25 juta perbulan. Menjelang hari raya, terutama idul fitri maupun idul Adha, omzet kami bisa meningkat hingga 10 kali lipat seiring naiknya Permintaan dan kebutuhan menjelang dan selama hari raya. Alhamdulillah.

  1. Jumlah karyawan

Kami memberdayakan kaum ibu di lingkungan sekitar rumah produksi kami, dalam proses produksi di tempat usaha kami. Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah usaha makin berkembang dan Permintaanpun bertambah.

Kami biasanya mendapatkan banyak Permintaan dari berbagai  hotel dan catering, namun karena selama pandemi hotel dan catering membatasi operasional mereka, bahkan banyak yang tutup, maka Permintaan pun secara otomatis semakin berkurang. ini yang menyebabkan kami mengurangi produksi pada pabrik rumahan kami.

Sayangnya, karena hal ini pula kami harus mengurangi jumlah pekerja kami. Jadi yang awalnya kami melibatkan 10 (sepuluh) orang ibu-ibu di pabrik kami, namun selama pandemi ini kami hanya bisa melibatkan 2 orang pekerja saja.

  1. Sudah dipasarkan ke mana saja?

Alhamdulillah kami sudah mencoba seluruh target pemasaran. Kami memasarkan langsung dengan promosi via media sosial maupun “promosi dari cerita pelanggan-pelanggan yang sudah membeli produk kami. Kami Juga mencoba memasarkannya melalui pasar swalayan modern. Saat ini ada dua swalayan yang bermitra dengan kami. Selain itu kami membuka reseller serta mengikuti perkembangan zaman dengan mulai memasarkan produk kami secara digital melalui platform-platform pemasaran digital (marketplace).

  1. Pameran dalam negeri dan luar negeri

Alhamdulillah. Kami juga sering ikut dalam berbagai even pameran kuliner ataupun kegiatan-kegiatan yang melibatkan UMKM. Alhamdulillah mendapat kesempatan ikut terlibat dalam pameran UMKM di JCC, Jakarta tahun 2011 yang dipelopori oleh Menteri Koperasi dan UMKM saat itu. Lalu kami juga mencoba aktif mengikuti perlombaan kuliner.

Semua upaya ini kami lakukan untuk membuat produk kami bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kami juga mengikuti berbagai pelatihan sebagai upaya peningkatan kualitas produk dan usaha yang kami rintis ini.

Untuk pameran ke luar negeri, kami belum memiliki kesempatan untuk pameran di luar negeri. Semoga Allah beri kemudahan dan kesempatan kami untuk memasarkan produk kami ini di luar negeri sehingga kekayaan kuliner negara kita juga bisa dirasakan oleh masyarakat dunia.

  1. Mulai bermitra dengan Pertamina

Sebelumnya, kami berterima kasih kepada Pertamina yang mengizinkan kami menjadi salah satu mitra UMKMnya. Jadi kami mulai bermitra sejak tahun 2015 hingga sekarang. Alhamdulillah kami mendapatkan banyak dukungan yang salah satunya membuat UMKM kami bisa semakin berkembang hingga saat ini. Kami diberikan banyak kesempatan belajar dan terlibat dalam berbagai even yang juga turut diselenggarakan oleh Pertamina.

Kami merasakan perubahan yang signifikan dalam berkembangnya usaha kami ini. Terima kasih banyak. Semoga kemitraan ini tertap berlanjut hingga kapanpun. Pertamina juga semakin berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi negara kita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina umkm
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top