Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Dari Kanan ke Kiri : Penasihat Senior Gedung Putih Jared Kushner,rnDubes RI untuk AS Muhammad Lutfi, Presiden AS Donald Trump, Menko Marinves RI Luhut Pandjaitan, Ivanka Trump Penasihat Senior Presiden Trump Ivanka Trump, dan CEO DFC Adam Bohler. - Istimewa\\r\\n
Premium

Aksi Opung Luhut dan Gerak-gerik Saham Tambang Nikel

19 November 2020 | 05:00 WIB
Saham produsen nikel seperti PT Aneka Tambang Tbk. dan PT Vale Indonesia Tbk. kembali mencuri perhatian, dipicu ekspektasi investor terhadap proyek baterai listrik dan penjajakan investasi Tesla ke Indonesia. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Investasi, Luhut Pandjaitan punya peran besar dalam memuluskan investasi penghiliran komoditas nikel.

Bisnis.com, JAKARTA - Saham dua emiten tambang mineral kompak melesat pada perdagangan kemarin, Rabu (18/11/2020) bersamaan dengan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan ke Amerika Serikat. Investor tampak berharap Luhut membawa kabar gembira dari Negeri Paman Sam, terutama ihwal penjajakan dengan Tesla.

Berdasarkan data Bloomberg, saham dua produsen nikel, yaitu PT Aneka Tambang Tbk. dan PT Vale Indonesia Tbk. menguat masing-masing 4,20 persen dan 1,97 persen pada penutupan perdagangan kemarin. Saham berkode ANTM dan INCO selalu melejit setelah pada pertengahan Oktober 2020 lalu pemerintah melansir ada rencana investasi puluhan miliar dolar Amerika Serikat untuk pembuatan baterai listrik.

Dalam tiga bulan terakhir saham ANTM naik 55 persen. Bahkan sejak awal tahun pun, saham ANTM sudah naik 47,62 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 12,44 persen. Setali tiga uang, saham VALE dalam tiga bulan terakhir naik 29 persen dan 28,30 persen secara year to date.

Untuk diketahui, nikel menjadi komponen penting dalam pembuatan baterai listrik. Sebagai produsen nikel nomor wahid di dunia, posisi Indonesia sangat diperhitungkan bagi investor yang ingin membangun pabrik baterai.

CEO Tesla Elon Musk juga pernah memuji cadangan nikel Indonesia. Pada 27 Juli 2020 lalu, Elon pernah memuji soal pasokan nikel dari Tanah Air saat menyebut bahwa nikel menjadi tantangan terbesar untuk produksi baterai dengan daya tahan tinggi dan produksi massal.

“Nikel adalah tantangan terbesar untuk [produksi] baterai dengan daya tahan tinggi dan produksi massal. Australia & Kanada dengan cukup baik. Produksi nikel AS secara obyektif sangat timpang. Indonesia hebat!” ungkap Elon di Twitter.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top