Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Premium

Saham Emiten Tambang Paling Kuat di Tengah Pandemi, Akankah Bertahan hingga 2021?

17 November 2020 | 08:35 WIB
Emiten-emiten tambang menunjukkan kinerja saham yang mumpuni sejak awal tahun. Akankah berlanjut sampai pengujung 2020 dan bagaimana proyeksinya pada tahun depan?

Bisnis.com, JAKARTA — Saham-saham emiten tambang kembali menunjukkan diri sebagai yang terkuat sepanjang tahun ini. Hal ini ditunjukkan dengan kinerja indeks saham pertambangan yang paling minim mengalami pelemahan dibandingkan indeks-indeks sektoral lainnya sejak awal 2020.

Per Senin (16/11/2020), indeks Jakmine menguat 1,65 persen ke level 1.535,72. Kenaikan tersebut memang masih kalah dari torehan indeks infrastruktur (Jakinfra) yang mengalami penguatan 1,92 persen ke level 892,84.

Meski demikian, jika indikator kinerjanya dipatok secara year-to-date (ytd), Jakmine masih belum terkalahkan karena hanya melemah 0,14 persen sejak awal tahun. Catatan ini merupakan yang terbaik ketimbang sembilan indeks sektoral lainnya.

Selisihnya pun relatif jauh. Indeks sektoral yang posisinya kedua terbaik adalah saham-saham keuangan (Jakfinance), yang tercatat melemah 7,24 persen secara ytd.

Sementara itu, indeks properti berada di peringkat paling buncit, karena sudah merosot 31,23 persen.

Kepada Bisnis, Selasa (27/10), analis RHB Sekuritas Fauzan Luthfi sempat mengatakan secara garis besar, kinerja mendingan yang ditunjukkan Jakmine turut dipicu minimnya korelasi saham-saham yang ada dengan sentimen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top