Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja membersihakan lantai di depan patung William Soeryadjaya, pendiri Astra. - Antara / Hafidz Mubarak A
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Saat Bisnis Putra Pendiri Astra Coba Diselamatkan Anak Usaha Bank Indonesia (BI)

Anak usaha Bank Indonesia (BI), N.V Indonesische Overzeese Bank membeli 49 persen saham milik Summa di Hongkong.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
11 November 2020 | 18:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha Bank Indonesia, N.V Indonesische Overzeese Bank (Bank Indover) mengambil alih seluruh saham milik Summa Group di Indover Summa Finance Co. Limited yang berbasis di Hongkong.

Bank Indover mengambil alih 49 persen saham milik Summa Group. Lini bisnis keluarga pendiri Astra, William Soeryadjaya.

Edwin Soeryadjaya, putra kedua William --yang kini menjadi pengendali Saratoga Group (SRTG)-- membenarkan adanya penjualan itu. Langkah ini ditempuh untuk meringankan beban pembayaran bunga yang mesti dibayar oleh Summa Group.

Panasnya bisnis pendiri Group Astra itu menjadi laporan Bisnis Indonesia, 11 November 1992 dengan tajuk ‘Indover Summa Finance Lepas 49 Persen Saham’. Edward juga mengutip pernyataan William bahwa penjualan aset-aset Summa adalah bagian dari kebijakan umum buat mengurangi beban bunga.

Summa Group melalui Summa International Holdings and Investments S.A memiliki 49 persen saham di Indover Summa Finance, serta menempatkan putra tertua William dan adiknya, Edward Soeryadjaya dan Joyce Soeryadjaya-Kerr dalam dewan direksi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top