Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi Saham
Premium

Rekomendasi Saham LQ45, Rebalancing Aset & Momen Window Dressing

26 Oktober 2020 | 07:59 WIB
Sejumlah emiten dalam LQ45 mampu menunjukkan kinerja pemulihan yang lebih cepat. Bahkan saham seperti EXCL hingga INCO mampu memberikan kinerja harga lebih baik dua digit dibandingkan periode tahun lalu (year-on-year).

Bisnis.com, JAKARTA -  Pembobotan baru pada saham blue chip atau LQ45 yang berlaku 1 November 2020 mendatang oleh Bursa Efek Indonesia menjadi momen rebalancing oleh manajer investasi. Saat yang sama, perubahan ini juga menjadi jalan bagi investor publik meningkatkan cuan karena beriringan dengan momen aksi window dressing.

Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman No. Peng-00315/BEI.POP/10-2020 tertanggal 21 Oktober 2020 menyebutkan terjadi perubahan perhitungan pembobotan untuk 14 emiten dalam LQ45 untuk periode November 2020 sampai Januari 2021 berdasarkan free float. Meski begitu, konstituen dalam LQ45 tidak mengalami perubahan.

Free float adalah saham yang diperdagangkan di pasar modal dengan dasar perhitungan kepemilikan di bawah 5%. Rasio free float dihitung berdasarkan jumlah saham di bawah 5 persen beredar relatif dibandingkan total saham tercatat.

Dampak dari pembobotan ulang LQ45 terutama untuk para hedge fund, pengelola dana pensiun hingga reksadana ETF. Para pemilik dana jumbo ini akan mengatur ulang dana yang ditempatkan (rebalancing) sesuai dengan bobot LQ45 yang paling berpotensi mendatangkan capital gain.

LQ45 sendiri secara year-to-date mengalami pelemahan sebesar 22,15 persen. Kinerja ini lebih buruk dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang susut 18,85% sepanjang periode berjalan 2020. Namun, kenaikan LQ45 sebesar 13,89% dalam 6 bulan terakhir mampu mengungguli IHSG dengan penguatan 10,56%.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top