Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Permata di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Premium

Mengukur Arah Baru Bank Permata (BNLI) di Tangan Bangkok Bank

11 Oktober 2020 | 15:35 WIB
Dalam pernyataannya ke otoritas pasar modal, manajemen Bank Permata menyatakan akan mematuhi aturan free float dalam 2 tahun ke depan.

Bisnis.com, JAKARTA – Spekulasi terkait rencana Bangkok Bank Limited atas PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menjadi penggerak pasar.

Pada perdagangan Jumat (9/10/2020), saham BNLI meroket hingga level Rp1.975 per saham, atau menguat 25 persen terhadap harga penutupan hari sebelumnya. Saham BNLI langsung terkena batas auto rejection atas (ARA) setelah perdagangan berlangsung selama 1 jam 15 menit.

Sepanjang pekan ini BNLI memang mengalami reli, terutama dalam 3 hari terakhir. Sebelum melompat hingga 25 persen, dalam 2 hari sebelumnya BNLI berturut-turut menguat 15,25 persen dan 16,18 persen. Hal ini membuat BNLI menguat dari Rp1.130 per saham ke Rp1.975 per saham atau melonjak 74,77 persen dalam sepekan.

Peningkatan harga saham BNLI secara signifikan ini terjadi di tengah memuncaknya ekspektasi dan spekulasi pasar atas langkah Bangkok Bank Limited (BBL) pasca akuisisi dan tender offer. Berbagai rumor yang beredar seputar hal itu menjadi fokus investor ritel haus cuan kilat.

Ada dua fokus yang diperhatikan investor, yakni pertama penggabungan cabang Bangkok Bank di Indonesia yang mengerek posisi Bank Permata ke BUKU IV. Serta kedua, nasib saham publik setelah tender wajib.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top