Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Wajah Bung Karno dan Bung Hatta terpampang dalam uang kertas pecahan Rp100.000. - Bloomberg/Brent Lewin
Premium

Bagaimana Prospek Rupiah setelah Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja?

07 Oktober 2020 | 05:52 WIB
Pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dinilai baru akan menimbulkan dampak positif terhadap nilai rupiah secara jangka panjang. Potensi penolakan peraturan baru ini diperkirakan dapat mengurangi kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) pada Senin(5/10/2020). Nilai tukar rupiah pun merespons dengan penguatan pada perdagangan Selasa.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (6/10/2020), nilai tukar rupiah ditutup menguat 65 poin atau 0,44 persen ke posisi Rp14.735 per dolar AS. Penguatan nilai rupiah juga menjadi juara Asia, yang diikuti oleh nilai yuan China dan baht Thailand yang masing-masing naik 0,37 persen dan 0,36 persen

Sedangkan, Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada hari ini dibanderol Rp14.712, yang menjadi level tertinggi sejak awal September 2020.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia hari ini menunjukkan kurs Jisdor berada di level Rp14.712 atau menguat 155 poin dibandingkan posisi Senin di level Rp14.867. Jisdor mencapai posisi tertinggi sejak 1 September 2020 di level Rp14.615.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pengesahan Omnibus Law menjadi salah satu faktor tren penguatan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Dengan pemberlakuan Omnibus Law, kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia akan meningkat.

“Hal ini akan membawa para investor asing yang sebelumnya mengeluarkan modalnya kembali ke pasar Indonesia,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (6/10/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top