Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). - Bisnis/Abdurachman
Premium

Obesitas Daftar Emiten Bertato E di Lantai Bursa

22 September 2020 | 21:57 WIB
Jumlah emiten yang mendapat tato E dari Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bertambah. Apa penyebabnya dan bagaimana prospek kinerja perusahaan-perusahaan ini?

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mendapat notasi khusus E terus bertambah. Saat ini, sudah ada 32 emiten yang mendapat stempel tersebut.

Kondisi ini lebih buruk ketimbang periode yang sama tahun lalu. Pada 30 September 2019, tercatat jumlah emiten yang terkena tato E hanya berjumlah 26 perusahaan.

Tato E menandakan bahwa suatu perusahaan tercatat memiliki ekuitas negatif alias defisiensi modal. Hingga 30 Agustus 2020, jumlah emiten dengan tanda E 'baru' 30 perusahaan.

Dua perusahaan terakhir yang masuk ke dalam daftar adalah PT First Indo American Leasing Tbk. (FINN) dan PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP).

Bergerak di bidang pembiayaan kredit kendaraan bermotor, FINN baru merilis laporan keuangan kuartal II/2020 pada Selasa (17/9). Hasilnya, ekuitas mereka per 30 Juni 2020 tercatat berada pada posisi minus Rp159,46 miliar.

Angka tersebut bertolak belakang dari catatan ekuitas yang masih surplus Rp59,42 miliar pada 31 Desember 2019.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top