Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Proyek apartemen meistersatads batam, yang dimiliki PT Pollux Properti Indonesia Tbk  - istimewa
Lihat Foto
Premium

Mengintip Misteri di Balik Pergerakan Saham Pollux (POLL)

Pergerakan saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk terus memunculkan misteri setelah bergerak cukup liar selama kurang lebih sepekan terakhir. Bahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pun harus melakukan suspensi perdagangan hingga dua kali. Apa yang mendasarinya?
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
18 September 2020 | 15:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) dua kali melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk.

Emiten properti dengan kode saham POLL tersebut kembali disuspensi di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan Jumat 18 September 2020 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham POLL, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian semetara perdagangan saham POLL," tulis pengumuman BEI dikutip Jumat (18/9/2020).

Sebelumnya, suspensi pertama kali juga telah dilayangkan pada Rabu (16/9/2020) dengan alasan akibat kenaikan harga saham yang signifikan.  Namun, suspensi kemudian sempat dibuka pada perdagangan Kamis (17/9/2020).

Data BEI menunjukkan kenaikan saham POLL bukan hanya terjadi pada perdagangan sehari-dua hari.

Sebelum suspensi, pada Selasa (15/9/2020), harga saham POLL naik 14 persen ke Rp9.100 per saham. Padahal harga emiten properti ini menyentuh level terendah pada 2020 pada Rp3.600 per saham. Bahkan, juga tercatat emiten ini juga sudah melesat 52 persen di level Rp10.150 per saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top