Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Pondok Ranji di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

PSBB Jilid Kedua dan Prospek Kinerja Jasa Marga (JSMR)

11 September 2020 | 14:10 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mendapat sentimen negatif beruntun dalam sepekan terakhir. Usai tarif tol Cipularang batal naik karena diprotes Gubernur Jawa Barat, Jasa Marga menghadapi bayang-bayang penurunan pendapatan setelah DKI Jakarta mengumumkan penerapan pembatasn sosial berskala besar.

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah jatuh tertimpa tangga. Ungkapan lawas ini rasanya sedang dialami oleh operator jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Kinerja Jasa Marga ke depan seolah diputuskan oleh dua pernyataan dua kepala daerah dalam sepekan terakhir. Pertama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil protes kenaikan tarif tol Cipularang dan Padaleunyi.

Kedua, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Jasa Marga membatalkan rencana penyesuaian tarif tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi setelah Gubernur Jawa Barat meminta kenaikan ditunda karena alasan pandemi Covid-19.

Penyesuaian tarif semula dijadwalkan pada 7 September 2020 ; tarif golongan I dan II naik sedangkan golongan III hingga V tutun. Rencana kenaikan yang sudah tertunda tujuh bulan itu pun urung dilakukan.

Koridor Purbaleunyi, membentang dari ruas Cipularang hingga Cileunyi merupakan salah satu mesin uang Jasa Marga yang penting bagi Jasa Marga

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top