Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pesepeda melintasi pabrik jamu PT Njonja Meneer di Jalan Raya Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/8/2017). - ANTARA FOTO/Aji Styawan
Premium

Historia Bisnis : Mimpi Nyonya Meneer Melantai di Bursa

16 Agustus 2020 | 15:08 WIB
Pabrikan jamu Nyonya Meneer ternyata sempat berencana menggelar Initial Public Offering (IPO) alias melantai di bursa saham. Namun, berbagai masalah internal menjadi penghalang hingga akhirnya perusahaan ini pailit.

Bisnis.com, JAKARTA — Siapa yang tak tahu merek Nyonya Meneer? Pabrikan jamu dan obat-obatan asal Semarang yang cikal bakalnya dibentuk mendiang Lauw Ping Nio pada 1919 ini sempat jadi raksasa penguasa pasar herbal di Indonesia, bersaing dengan Sido Muncul dan Air Mancur.

Dengan nilai aset yang ditaksir berpotensi menyentuh Rp100 miliar pada 1994, Nyonya Meneer punya hasrat besar untuk melakukan ekspansi.

“Pengolahan jamu tidak lagi bisa menggunakan fasilitas produksi yang tradisional. Dibutuhkan fasilitas modern agar sesuai tuntutan konsumen, kendati ramuannya masih tetap tradisional,” kata Presiden Direktur Charles Saerang dalam wawancara dengan Bisnis Indonesia edisi 16 Agustus 1994, tepat hari ini 26 tahun lalu.

Charles merupakan putra Hans Ramana. Hans adalah salah satu anak Lauw Ping Nio.

Demi memenuhi ambisinya, Charles lantas mencanangkan misi melantai di bursa alias menggelar Initial Public Offering (IPO) selambat-lambatnya pada 1995. Dia juga berencana membangun pabrik tambahan untuk meningkatkan kapasitas produksi, sehingga masyarakat dan investor kian tertarik dengan saham Nyonya Meneer.

“Pabrik baru seluas 5 hektar itu akan selesai tahun depan sebelum go public,” ucap Charles.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top