Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara. - JIBI/Nurul Hidayat
Premium

75 Tahun Indonesia: Mampukah Antam (ANTM) Menuai Tuah Emas?

06 Agustus 2020 | 20:52 WIB
Harga emas terus meroket ke level tertingginya sepanjang sejarah. Lalu bagaimana dampaknya terhadap kinerja PT Aneka Tambang Tbk (Antam)?

Bisnis.com, JAKARTA – Emas sebagai salah satu aset safe haven terus mencuri perhatian publik di tengah pandemi Covid-19. PT Aneka Tambang Tbk sebagai emiten yang bergerak di bisnis komoditas itu, sudah seharusnya memanfaatkan hal itu.

Seperti diketahui, harga emas terus menjulang, dan menembus rekor tertingginya sepanjang masa. Bahkan, menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka 75 tahun silam, dan sejak Antam pertama kali didirikan pada 52 tahun lalu.

Berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp1,077 juta pada pukul 16.00 WIB. Padahal, pada pagi hari, harga emas Antam di Pegadaian masih dihargai Rp1,056 juta per gram. Dengan kata lain ada kenaikan Rp21.000.

Kondisi yang terjadi pada komoditas emas ini, boleh jadi menjadi juru selamat bagi perseroan berkode saham ANTM tersebut. Terlebih sepanjang semester I/2020, kinerja Antam tak semuanya mencatatkan kondisi yang positif.

Emiten berkode saham ANTM itu mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,22 triliun pada semester I/2020. Realisasi itu turun 36 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,42 triliun.

Emas masih menjadi kontributor terbesar penjualan dengan kontribusi 69 persen terhadap total penjualan perseroan dengan nilai sebesar Rp6,41 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top