Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pelabuhan yang dibangun oleh PTPP - Dok. Annual Report
Premium

75 Tahun Indonesia: Pilar PTPP Memperkokoh Bisnis, Setangguh Apa?

05 Agustus 2020 | 23:56 WIB
Harga saham PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk. (PTPP) semenjak pertamakali tercatat di Bursa Efek Indonesia naik turun dalam rentang yang lebar. Mampukah, dalam adaptasi kehidupan baru ini harga saham perusahaan bangkit tinggi lagi.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pembangunan Perumahan (PTPP) diyakini menjadi salah satu emiten badan usaha milik negara yang diyakini terimbas positif ekspansi perekonomian Indonesia ke depan. Gelontoran dana jumbo pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 diyakini juga akan masuk ke bisnis konstruksi.

Pada hari ini, Rabu (5/8/2020) Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pemerintah akan menggenjot belanja pemulihan ekonomi dan belanja reguler. Agar Indonesia terhindar dari resesi dibutuhkan Rp800 triliun belanja pemerintah setiap kuartal.

"Ini tentu dalam beberapa sektor, jadi dengan adanya belanja dalam bentuk bantuan sosial maupun cash daya beli bisa terungkit," kata Airlangga.

Langkah peningkatan belanja ini merupakan respon atas pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyampaikan ekonomi Indonesia kuartal II/2020 minus 5,32 persen. Rekor pertumbuhan minus terdalam kedua setelah 1998.  

Optimisme belanja pemerintah ini ditambah dampak perlambatan ekonomi sesuai konsesus ekonom membuat emiten karya termasuk PTPP melompat di zona hijau. Saham PTPP menguat 5,06 persen ke level Rp935 per lembar. Kendati demikian, secara tahun berjalan (ytd) harga saham PTPP masih mengalami koreksi 41,93 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top